Categories
BLOG Renungan Warta

Roh Kudus Memberi Kehidupan Baru

Photo by Tiago Gerken on Unsplash

Hidup ini keras, sehingga setiap orang harus berusaha menjadi yang terbaik, menjadi yang terkuat dan menjadi yang terhebat agar menjadi pemenang. Hidup ini keras, mereka yang kalah akan tersingkir dari persaingan. Kerasnya hidup tak jarang menjadikan seseorang bukan lagi menjadi sahabat bagi sesamanya, tetapi justru menjadi serigala yang siap memangsa siapa saja. Terlebih lagi terhadap lingkungan sekitar.

Mungkin terdengar suram, namun kalau diamati realitas yang pedih ini
terjadi dan dirasakan oleh mereka yang menjadi korban, terpinggir dan kalah di berbagai bidang. Sebagai contoh, kita baru saja melewati tahun politik yang penuh dengan caci-maki dan fitnah demi kemenangan. Atau kompetisi yang keras memunculkan praktek bisnis yang tidak etis demi memenangkan persaingan. Lingkungan yang semakin rusak, sampah plastik yang mengancam laut dan habitatnya, dan udara yang semakin berpolusi.

Ketika Allah menciptakan langit, bumi dan segala isinya dalam kebijaksanaan dan kasih sayang-Nya, rancangan-Nya bukanlah kehidupan dunia yang keras seperti yang kita lihat saat ini. Rancangan Allah itu sungguh amat baik. Akan tetapi ketika manusia jatuh ke dalam dosa, rusaklah relasinya dengan Allah dan bumi ini berjalan tidak seperti kehendak Allah. Atas kemurahan Allah, manusia yang berdosa beroleh keselamatan melalui pengorbanan Kristus, yang meskipun telah naik ke surga, penyertaan-Nya tetap hingga nanti Dia datang kembali. Keselamatan bukan hanya bagi kita tetapi juga bagi dunia yang kita tinggali. Dalam konteks inilah, Roh Kudus turut berperan dalam karya keselamatan Allah melalui kehidupan kita.

Pada peristiwa Pentakosta, Petrus berani menyatakan kebenaran bahwa
agar semua orang yang berseru kepada Kristus akan diselamatkan. Roh Kudus memberi kekuatan kepada Petrus untuk memberitakan Injil keselamatan, Roh Kudus itu pula yang berkarya menolong setiap orang yang mendengar berita keselamatan itu untuk bertobat, mengalami hidup baru di dalam Kristus, mengalami pemulihan relasi dengan Allah. Memperingati Pentakosa, hati kita dipenuhi sukacita karena Roh Kudus yang dicurahkan bagi setiap orang percaya memberi hidup baru, dalam rancangan damai sejahtera Allah. Karena itu, sebagai orang yang telah menerima Roh Kudus, marilah kita turut memberitakan dan memberikan hidup baru bagi seluruh bumi. (ES)

By Edhi Setiawan

Edhi Setiawan, lahir di Yogyakarta, 29 September 1972, adalah salah seorang aktivis di Pos Jemaat Solo Baru dan juga penatua GKI Coyudan. Pria yang tinggal di Solo ini memiliki segudang ide-ide baik bagi perkembangan gereja. Tulisan-tulisannya juga sangat memberkati banyak orang. Di kesehariannya, Edhi juga bekerja sebagai Praktisi Marketing di sebuah perusahaan FMCG. Saat ini, Edhi dan istri telah dikarunia 2 orang anak.