Duta Damai

Photo by Martha Dominguez de Gouveia on Unsplash

II Korintus 5: 16-21

Grace adalah wanita yang sangat istimewa. Satu kalimat yang terlintas dalam benak saya saat memikirkan tentang dirinya adalah damai sejahtera. Ekspresi wajahnya tenang dan teduh serta tetap begitu sepanjang enam bulan saya mengenalnya. Padahal, ia sedang merawat suaminya yang mengidap penyakit langka di rumah sakit. Saat saya bertanya kepadanya apa resep rahasianya agar tetap tenang dan damai, ia menjawab, “Itu bukan tentang rahasia, tetapi tentang seorang pribadi yaitu Yesus yang hidup di dalamku. Tidak ada alasan lain yang bisa menjelaskan ketenangan yang saya alami di tengah pergumulan ini. Jika Allah mau memberikan Anak-Nya untuk menyelamatkan aku, adakah hal lain yang lebih bernilai? Aku percaya akan kasih-Nya atas hidupku.”

Paulus juga mengingatkan dalam suratnya kepada jemaat di Korintus “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”(ayat 17). Ketika seseorang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saat itulah ia menjadi manusia baru. Dengan perantaraan Kristus-lah kita (manusia yang berdosa) diperdamaikan dengan Allah. Maka, rahasia dari damai sejahtera terletak pada kedalaman relasi kita dengan Kristus.

Dialah damai sejahtera kita. Saat kita mau berproses untuk menjadi intim dengan-Nya, maka damai sejahtera itu menjadi nyata. Berbagai hal pergumulan kita seperti penyakit, kesulitan keuangan, atau bahaya lainnya mungkin saja kita alami, tetapi damai sejahtera meyakinkan kita bahwa Allah memegang hidup kita di tangan-Nya. Kita percaya bahwa Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. (NK)