Categories
BLOG Pelayanan Renungan Warta

Nyatakan Kasihmu Pada yang Lemah


Photo by Ali Arif Soydaş on Unsplash

Pada suatu hari Sabat, Yesus berada di Nazaret. Seperti biasa Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas yang tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Ia berkata, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu
kamu mendengarnya.”
(Lukas 4 : 18-21).

Yesus memulai karya penyelamatan Allah bagi umat manusia dengan menyatakan bahwa nubuatan nabi Yesaya hari itu digenapi. Kedatangan Yesus untuk menggenapi janji Allah menyelamatkan umat-Nya. Ia menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, bukan saja miskin jasmani, tetapi juga miskin rohani. Mereka yang memiliki beban pergumulan hidup, merasa diasingkan, tertawan, buta secara jasmani maupun rohani, mereka yang tertindas secara fisik maupun mental. Dia hadir untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.

Sebagai umat Tuhan yang telah diselamatkan karena iman di dalam Yesus Kristus, kita pun juga harus memberitakan rahmat Tuhan kepada orang-orang yang lemah. Bukan hanya kepada orang yang lemah secara ekonomi, tetapi juga yang lemah imannya. Kita harus memberikan dorongan dan pengharapan sehingga iman mereka dikuatkan, hidup mereka penuh pengharapan. Dengan kasih dan ketulusan hati, kita menolong mereka yang lemah.

Pertolongan itu bisa diberikan melalui talenta kita masing-masing. Kita menyadari bahwa setiap orang memiliki talenta yang berbeda-beda, karena itulah kita harus saling membantu. Paulus kepada jemaat di Korintus mengatakan, seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Dalam kehidupan jemaat, kalau satu orang sakit maka yang lain akan ikut merasakan, karena kita satu tubuh dalam Kristus. Oleh karena itu, marilah kita menunjukkan kasih kita kepada mereka yang lemah agar tubuh Kristus (Gereja) semakin kuat. (SS)

By Sujud Swastoko

Sujud Swastoko adalah salah seorang penatua dan tenaga pengerja GKI Coyudan Pos Baturan Indah. Sempat lama di ibukota, Sujud kembali ke kota Solo dan memulai pelayanannya di gereja ini. Lahir di Karanganyar, 14 Januari 1969, Sujud sangat konsen dalam pelayanan konseling, mengajar, penulisan, khotbah, motivasi. Karena kemampuannya di bidang literasi, maka ia juga dipercaya oleh gereja menjadi pemimpin redaksi majalah Ebenhaezer. Saat ini, Sujud aktif sebagai pengerja di pos kebaktian Baturan indah, Tim Bina Jemaat, dan juga dosen teologi di salah satu STT di kota Solo. Baginya, membantu orang yang ingin maju dalam hidupnya adalah sebuah kerinduan yang terus dilakukannya.