Secara singkat hidup yang berintegritas adalah kehidupan yang utuh; sejalan dari apa yang diimani, apa yang dipikirkan, dikatakan dan dilakukan. Namun hidup berintegritas bukanlah hal yang mudah, terutama jika kita diperhadapkan pada godaan atau tantangan atau bahkan ancaman.

Contohnya kehidupan Adam dan Hawa. Mereka yang hidupnya dekat dengan Tuhan, telah melihat sendiri betapa Tuhan penuh kuasa dan kasih, tetapi ketika diperhadapkan pada godaan untuk menjadi sama seperti Tuhan, mereka jatuh dalam dosa. Dimulai dari dosa karena tidak taat, lalu berbohong dan saling menyalahkan (tidak mau mengakui dosa dan kesalahan di hadapan Tuhan).

Dosa itu diturunkan dari Adam dan Hawa kepada anak, cucu dan keturunan seterusnya; akibatnya dosa itu semakin menjadi dari generasi ke generasi hingga saat ini. Bagi mereka yang sungguh percaya pada Tuhan dan hidup berintegritas akan menjadi pribadi yang semakin baik, tetapi mereka yang karena tekanan dan ancaman, yang hatinya lemah terhadap godaan akan memperburuk kehidupan mereka.

Sebagai umat Tuhan kita harus waspada terhadap berbagai macam godaan yang dapat membuat kita tidak taat pada Tuhan; godaan itu bisa berupa kebutuhan hidup, kekuasaan maupun popularitas (Matius 4:1-11).

Dalam masa pra paskah minggu pertama ini, kita kembali diingatkan bahwa melalui puasa kita sedang mendekatkan diri kepada Tuhan. Kita menguji diri kita melalui hal sederhana yaitu menahan diri untuk makan pada waktu tertentu. Kita diajak menyelaraskan hati dan pikiran kita dengan Tuhan, dengan cara menjalin relasi pribadi dengan-Nya. Dengan hidup dekat pada Yesus, maka kitapun akan diberi kekuatan untuk mengalahkan godaan dan tantangan, bahkan ancaman di hadapan kita; sebab kita hidup tidak lagi dengan kekuatan kita sendiri, tetapi bersama dengan Roh Kudus yang telah dicurahkan-Nya atas kita. Amin. (VDS)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.