29Bacaan: YESAYA 54:1-13; WAHYU 21:1-7

Mari kita berpikir sejenak. Akhir-akhir ini kita sering melihat di surat kabar mengenai adanya kebakaran hutan dan gunung meletus serta berbagai bencana alam lainnya. Pernahkah kita merasa takut dan khawatir ketika kita membayangkan akan menghadapi bencana alam? Lalu bagaimana dengan perasaan kita saat menghadapi badai hidup? Sebelum terlarut dalam lautan perasaan yang berkecamuk dalam hati dan pikiran kita, mari kita menenggelamkan diri dan memelajari firman Tuhan pada saat teduh kita hari ini.

Dalam Yesaya 54:1-13 kita kembali diingatkan akan janji Tuhan bahwa kita tidak akan pernah dipermalukan karena Tuhan Yesus Kristus Sang Penebus kita sangat mengasihi kita, anak-anak-Nya. Setelah kita mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi (ROMA 10:9), kita diselamatkan oleh Yesus dan menjadi anak Nya. Yesaya 54:10a dengan jelas berbunyi “Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu…” Mungkin seringkali kita merasa kotor dan tidak layak bersekutu dengan Tuhan. Namun kasih setia Kristus itu tidak bersyarat, meskipun kita meninggalkan-Nya, mengecewakan-Nya, dan enggan bersekutu dengan Tuhan serta lebih memilih menjadi budak dosa. Kristus tetap mengasihi anak-anak-Nya. Hubungan Bapa dan anak takkan bisa dipisahkan oleh apapun termasuk dosa.

Di dalam dunia ini, kita pasti pernah berbuat kesalahan dan sulit untuk keluar dari lumpur dosa. Ketika kita merasa tak sanggup menghadapi bencana alam maupun badai hidup, di situ lah kita diingatkan kembali untuk selalu bergantung dan mempercayakan hidup kita seutuhnya pada Kristus. Tanpa Dia, kita hanyalah debu tanah biasa. Kristus sumber kekuatan sejati (Wahyu 21:6). Saat kita jatuh, marilah kita tetap berdoa dan berjuang bersama Yesus untuk bangkit dan menang bersama Tuhan (Wahyu 21:7). Ketika kita melihat keluarga kita jatuh, marilah kita peduli dengan membimbing, menyemangati, dan mendoakan mereka agar dapat bangkit dari dosa dan kembali bersekutu dengan Kristus, sumber hidup kita. (DS)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.