18Bacaan: YEREMIA 31:31-34

Film Facing The Giants (2006) menceritakan tentang seorang pelatih olahraga football bernama Grant Taylor yang mengalami masalah bersama anak-anak didikannya. Pertandingan yang tidak pernah dimenangkan, perbedaan visi, egoisme mewarnai tim tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mengalami titik balik dan transformasi hidup. Fokus mereka berubah, dari kemuliaan diri sendiri menjadi kemuliaan Tuhan. Kebergantungan mereka kepada Tuhan menjadi alasan mengapa mereka berubah. Sebuah komunitas yang tidak terarah menjadi komunitas yang bersatu di dalam Tuhan.

Hari ini kita melihat bagaimana TUHAN dengan kasih setia-Nya mampu mengubahkan sebuah komunitas besar, umat Israel, dari sekelompok orang yang degil hatinya menjadi komunitas yang mencintai TUHAN. Dalam ayat 32, TUHAN menyatakan kepada Yeremia bahwa pada masa lalu, umat Israel sering mengingkari perjanjian-Nya. Berbagai penyimpangan dan dosa terus mereka lakukan. Umat Israel telah gagal dan merugikan diri sendiri. Namun pada zaman Yeremia, TUHAN mengulang janji-Nya dan menyatakan kasih setia-Nya, yaitu dengan menaruh firman-Nya ke dalam hati mereka. Firman itulah yang mengubahkan arah hidup umat Israel berbalik kepada Tuhan. Sebuah suasana indah akan terwujud jika firman Tuhan hidup dalam hati umat-Nya. Ada kasih, pengampunan dosa, dan perdamaian di antara umat TUHAN.

Bagaimana dengan komunitas kita, baik dalam keluarga, kelompok pelayanan, gereja, masyarakat? Apakah kita pernah dengan sengaja meminta kepada Tuhan supaya firman-Nya terus tertanam dan bertumbuh di dalam hati komunitas kita? Hanya dengan cara demikianlah, komunitas kita diperbaharui. Natal menjadi momen tepat supaya Tuhan mengubahkan komunitas kita. Bukan sekedar ajang berkumpul dan bertemu, namun komunitas kita diisi oleh orang-orang yang diubahkan, penuh dengan buah Roh (GALATIA 5:22-23). Perubahan bukan hasil kerja keras kita. Allah berperan dibalik semua itu. Ia yang menaruh firman itu di dalam hati kita dan menumbuhkannya. Marilah kita semakin peka melihat anugerah Tuhan dalam komunitas kita, dan lihatlah perubahan demi perubahan akan terjadi. (BWA)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.