Skip to content

Mengampuni adalah salah satu dari sekian banyak hal yang paling dibutuh oleh manusia. Hal ini disebabkan oleh karena memang tidak seorangpun di dunia ini yang tidak berdosa dan tidak melakukan kesalahan (Roma 5:15). Entah disebabkan oleh karena komunikasi yang kurang baik, keinginan yang bersifat egois atau tindakan atas dasar ketidaktahuan, setiap orang dapat jatuh dalam dosa atau melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang merugikan atau menyakiti sesamanya.

Tuhan mengetahui hal ini, kelemahan manusia yang berasal dari debu tanah, dan akan kembali menjadi debu tanah. Dalam segala ketidakberdayaan manusia untuk tidak lepas dari perbuatan salah dan dosa inilah sesungguhnya Tuhan Yesus hadir memberikan diri-Nya untuk mengampuni dosa umat manusia. Dan inilah tonggak iman Kristen yang sebenarnya, yaitu Kematian Yesus Kristus di kayu salib yang mendatangkan pengampunan dosa bagi seluruh umat manusia.

Sebagai orang-orang Kristen (baca : pengikut Kristus), sudahkah kita sungguh-sungguh menghayati dan mengamalkan inti dari kehadiran Kristus ke dunia; Keteladanan-Nya yang menyatakan pengampunan bagi mereka yang menganiaya dan “membunuh”-Nya, bahkan selagi ia menderita di kayu salib ?! Apakah semudah itu melakukannya ?! TIDAK ! tetapi bukan berarti tidak mungkin/ tidak bisa dilakukan. Sebab Kristus telah memberikan keteladanan, dan jika kita hidup di dalam Dia yang telah menang, sesungguhnya kitapun akan dimampukan untuk melakukannya.

Jika Kristus telah mengampuni kita selagi kita berdosa, apakah kita bersedia mengampuni mereka yang bersalah kepada kita, sekalipun mereka belum meminta maaf kepada kita ?! Doa yang diajarkan Tuhan Yesus salah satu bagiannya berbunyi, “…dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; (Matius 6:9)….”. Artinya : jika kita tidak mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita, berarti kita berkata kepada Tuhan : jangan ampuni kami. Karena itu benarlah sebuah kalimat bijak mengatakan : “Ampunilah orang, bukan karena mereka layak untuk diampuni, tetapi karena kamu layak mendapat damai !”. Sebab hanya dengan mengampuni : masa lalu, diri sendiri, dan orang lain, sesungguhnya hidup kita dipulihkan dan akan mendapatkan damai dan akan terus bertumbuh di dalam Kristus Yesus, Sang Firman Yang Hidup.

Sebagai gereja Tuhan, sadar atau tidak, kita hidup dalam sebuah persekutuan, dalam sebuah komunitas yang tidak pernah lepas juga dari kesalahan, bahkan dosa. Oleh karena itu, marilah kita hidup dalam kasih yang bersedia untuk selalu saling mengampuni, menegur dan menasehati. Amin

Leave a Reply