Categories
BLOG Pelayanan

Paradigma Pelayanan

Jika Nuh menolak untuk membuat bahtera, Tuhan dapat menggerakkan orang lain untuk membuat bahtera sehingga keturunan manusia tetap terselamatkan.

Jika Yosua menolak menuruti dorongan iman untuk berdoa agar matahari berhenti, Tuhan dapat menggerakkan orang lain untuk berdoa dan matahari akan tetap berhenti.

Jika Elia menolak menuruti dorongan iman untuk berdoa agar hujan tidak turun, Tuhan dapat menggerakkan orang lain untuk berdoa dan hujan tetap tidak akan turun.

Jika para nabi menolak untuk diutus, Tuhan dapat mengutus orang lain dan isi hati-Nya tetap dapat tersampaikan pada umat-Nya.

Jika Maria menolak menuruti kehendak Allah untuk mengandung janin Ilahi, Tuhan dapat memakai rahim orang lain dan Kristus akan tetap lahir ke dunia.

Jika Simon Petrus menolak untuk meninggalkan jalanya, Tuhan dapat memakai orang lain untuk memberitakan injil Kristus sampai ke ujung dunia.

Jika Yohanes menolak untuk taat sampai mati, Tuhan dapat menyatakan wahyu-Nya kepada orang lain dan wahyu Yesus Kristus tetap menjadi bagian penutup yang melengkapi alkitab.

Jika kita mendapatkan kesempatan untuk melayani, jangan pernah berpikir tanpa kita semuanya tidak akan dapat berjalan, jangan pernah berpikir bahwa kita satu-satunya orang yang dapat melakukannya sehingga Tuhan harus mengemis-ngemis meminta kita untuk melayani. Tuhan dapat memakai siapa saja, bahkan apa saja untuk menyatakan kehendak-Nya.

Pelayanan adalah hak istimewa orang percaya, dimana kita yang hina dan tidak layak ini diijinkan untuk terlibat dalam pekerjaan-Nya. Pelayanan bukan hal murahan yang dapat diobral bagi semua orang yang menginjakkan kaki di gedung gereja. Tuhan mengijinkan kita melayani bukan karena kita mampu, tapi karena anugerah.

Pernyataan yang sering kita dengar “Kalau bukan kita, lalu siapa lagi?” memang terus dapat menjadi motivasi bagi kita untuk melihat kebutuhan dan urgensi sehingga kita terus melayani, namun hati-hati juga karena sangat besar kemungkinan hal ini justru dapat membuat kita menjadi sombong atau bahkan melayani dengan hati yang terpaksa karena merasa tidak ada orang lain lagi yang dapat diandalkan.

Sadarlah… pelayanan adalah anugerah yang dapat kita sambut dan juga dapat kita tolak. Jika kita menolak untuk melayani, bukan Tuhan yang dirugikan namun diri kita sendiri.

Selamat melayani dengan paradigma yang baru!

Tuhan memberkati…

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *