MENGIKUT JALAN KEMULIAAN YESUS

Photo by Fabian Irsara on unsplash

Bacaan: Yohanes 12 : 20 – 33

Menempatkan dan mengejar kekayaan, jabatan, dan penampilan sebagai sesuatu yang utama dalam hidup adalah nilai-nilai dunia yang tanpa disadari telah merasuk ke dalam kehidupan sebagian anak-anak Tuhan. Hampir setiap saat dunia menawarkan kegembiraan dan kepuasan melalui media cetak dan elektronik. Banyak orang tidak lagi mau hidup dalam penderitaan, tidak mau hidup susah, tidak mau ketinggalan jaman. Mereka mengejar apa yang disebut oleh dunia sebagai “kemuliaan hidup”; bisa memakai barang-barang bermerek terkenal, dipuja banyak orang bagaikan selebriti, bisa masuk dalam kalangan sosialita menjadi impian banyak orang. Bahkan dalam berita di media cetak ataupun elektronik di sana dikatakan beberapa remaja yang masih dibawah umur rela menjual diri demi untuk mendapatkan handphone merk terbaru. Mereka rela mengorbankan dan melakukan apapun juga demi mendapatkan yang mereka sebut sebagai “kemuliaan hidup”. Sungguh ironis. Kenyataan di atas sungguh bertolak belakang dengan apa yang dilakukan Yesus. Continue reading

YESUS, BAIT ALLAH YANG SEJATI

Bacaan: Yohanes 2 : 13-22

Seperti biasanya, masa raya Paska diperingati dan dirayakan secara khusus di setiap gereja. Panitia Paska, tentunya menjadi pihak yang paling banyak disibukkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan jemaat diberikan banyak kesempatan untuk bisa menghayati Paska dengan lebih baik lagi dalam serangkaian kegiatan yang telah disusun. Sungguh suatu kesempatan yang sangat baik yang diberikan Tuhan bagi setiap kita. Continue reading

HIDUP YANG MAU BERKORBAN: SEBUAH WUJUD IMAN YANG PENUH KEBERANIAN

Rela berkorban merupakan salah satu nilai kehidupan yang begitu berarti. Pengorbanan dimulai dari semangat melawan sifat egois dalam diri manusia. Sifat yang mementingkan diri sendiri dengan semua kebutuhannya. Sifat yang tidak peduli pada keadaan dan kebutuhan orang lain. Continue reading

KEMULIAAN ALLAH PADA WAJAH KRISTUS

Markus 9: 2-9 dikenal dengan peristiwa transfigurasi. Pada saat Tuhan Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke sebuah gunung, tiba-tiba Tuhan Yesus berubah rupa di depan mata mereka, pakaian-Nya putih berkilat-kilat. Pada peristiwa itu terjadi penegasan tentang status kelahiran Yesus, bahwa Yesus adalah Anak Allah (ayat 7). Hal ini menegaskan bahwa kehadiran Tuhan Yesus menjadi dasar penyataan Allah yang mau menyelamatkan manusia, menyatakan diri-Nya melalui Anak-Nya dalam kehidupan manusia. Karena Tuhan Yesus adalah Anak Allah maka “dengarkanlah Dia”. Pada waktu mereka turun gunung, Tuhan berpesan supaya mereka tidak menceritakan peristiwa tersebut sebelum Anak Manusia itu bangkit dari antara orang mati. Melihat kemuliaan Allah pada wajah Kristus yang dialami oleh Petrus, Yakobus, dan Yohanes tentu menjadi sebuah peristiwa dan pengalaman yang sangat mengagumkan. Continue reading