KEMULIAAN ALLAH PADA WAJAH KRISTUS

Markus 9: 2-9 dikenal dengan peristiwa transfigurasi. Pada saat Tuhan Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke sebuah gunung, tiba-tiba Tuhan Yesus berubah rupa di depan mata mereka, pakaian-Nya putih berkilat-kilat. Pada peristiwa itu terjadi penegasan tentang status kelahiran Yesus, bahwa Yesus adalah Anak Allah (ayat 7). Hal ini menegaskan bahwa kehadiran Tuhan Yesus menjadi dasar penyataan Allah yang mau menyelamatkan manusia, menyatakan diri-Nya melalui Anak-Nya dalam kehidupan manusia. Karena Tuhan Yesus adalah Anak Allah maka “dengarkanlah Dia”. Pada waktu mereka turun gunung, Tuhan berpesan supaya mereka tidak menceritakan peristiwa tersebut sebelum Anak Manusia itu bangkit dari antara orang mati. Melihat kemuliaan Allah pada wajah Kristus yang dialami oleh Petrus, Yakobus, dan Yohanes tentu menjadi sebuah peristiwa dan pengalaman yang sangat mengagumkan. Continue reading

KEMULIAAN TUHAN MEMULIHKAN KEHIDUPAN

Bacaan: 2 PETRUS 1:16-21

Hari ini kita memasuki minggu transfigurasi, peristiwa dimuliakan-Nya Yesus di atas gunung sekaligus tanda bahwa kita segera memasuki masa pra paska. Kemuliaan Kristus sejujurnya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kita tak bisa menggambarkan bagaimana rasanya berhadapan dengan Sang Mahamulia. Kita hanya dapat berimajinasi lewat beberapa peristiwa perjumpaan manusia seperti Musa, Yesaya, dan Saulus dengan Allah. Musa tak tahan berhadapan dengan kemuliaan Allah (Keluaran 33). Yesaya sangat ketakutan ketika melihat Allah (Yesaya 6). Saulus rebah ke tanah dan mengalami kebutaan beberapa hari saat berhadapan dengan kemuliaan Kristus (Kisah 9). Bagaimana dengan para murid? Mereka pun mengalami ketakutan yang sama saat berhadapan dengan Bapa (Matius 17). Continue reading