ALLAH BERKARYA DALAM PERBEDAAN

Photo by Sidharth Bhatia on unsplash

Bacaan: Kisah Para Rasul 10 : 1-35

Asep, seorang tukang bangunan yang kebetulan orang Sunda mulai bekerja dengan rekan barunya Joko yang berasal dari Solo. Asep naik ke lantai dua, minta tolong pada Joko yang ada di lantai satu, “Kang, tolong cokot batu bata itu!” (bhs. Sunda cokot = ambil). Tentu saja Joko yang berasal dari Jawa tidak mau melakukannya. Asep jadi tidak sabar dan bertanya pada Joko, “Mana batu batanya, Kang? Sudah dicokot belum?” Menjawablah Joko, “atos kang”. Asep jadi bingung (bhs. Sunda atos = sudah). Maka berteriaklah Asep, “Mana, kok dari tadi tidak ada?” Joko balas berteriak, “Kamu sendiri yang cokot batu batanya!” Dalam hati Joko mengomel “Piye to, bata atos, mosok dicokot” Sebaliknya Asep bingung, “Dimintai tolong baik-baik kok malah marah”. Dapat dibayangkan kalau Asep dan Joko tidak mau saling memahami, bisa-bisa berantem gara-gara perbedaan paham cokot dan atos. Continue reading

TERUSLAH BERBUAT BAIK, JANGAN GENTAR!

Bacaan: I Petrus 3:13-22

Perjuangan dan komitmen bangsa Indonesia untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan sudah berlangsung puluhan tahun yang lampau bahkan sebelum Indonesia merdeka. Hal itu menjadi salah satu faktor utama yang menghantarkan bangsa Indonesia kepada pintu gerbang kemerdekaan. Di dalam semangat persatuan tentunya harus ada semangat untuk menghargai perbedaan dan meniadakan diskriminasi demi keutuhan negeri. Namun sebagian orang terjebak dengan kebenaran menurut versi mereka sendiri sehingga mereka memilih untuk mengorbankan persatuan demi ideologi mereka. Menghargai perbedaan bukan berarti mengorbankan kebenaran. Menjunjung tinggi kebenaran bukan berarti anti toleransi terhadap yang berbeda. Continue reading