PEMBAHARUAN HIDUP

Bacaan: MAZMUR 25 : 1-10

Setiap kalimat dalam Mazmur selalu lahir dari pergumulan yang panjang dari seorang manusia. Bahkan, seorang teolog pernah berkata dalam buku PENGHIBURAN YANG MENYENANGKAN JIWA karya Bill Crowder kurang lebih demikian, “Karena 65 kitab dalam Alkitab mengungkapkan isi hati Tuhan kepada umat-Nya, maka Mazmur adalah bagian kitab yang mengungkapkan isi hati manusia kepada Tuhan.” Di dalam Mazmur, kita menemukan orang-orang yang menjerit, memohon, marah, ragu, bersyukur, berteriak, bergembira, dan segala macam emosi yang meluap-luap dinyatakan kepada Allah. Mazmur sangat identik dengan kejujuran. Ya, kejujuran hati manusia, tanpa ditutup-tutupi. Continue reading

MENCUKUPKAN DIRI SEBAGAI TANDA PERTOBATAN

Pertobatan merupakan sebuah kata yang sederhana tetapi memiliki makna yang dalam dan sangat luas, karena dampak dari pertobatan adalah meliputi perubahan cara pandang dan bertindak seseorang dalam segala aspek kehidupannya. Dan dalam minggu ini kita diajak untuk melihat bahwa salah satu bentuk pertobatan yang penting untuk dilakukan adalah “memiliki rasa cukup”!

Bangsa Israel dalam perjalanan dari Mesir ke tanah perjanjian mengalami kendala sampai 40 tahun lamanya berputar-putar di padang gurun karena mereka tidak pernah merasa cukup pada penyertaan Tuhan. Berkat Tuhan yang sekiranya memberikan pemeliharaan dengan sempurna dipandang rendah dan tidak berharga, dan sekiranya mereka meminta kepada Tuhan pastilah Tuhan memberikan apa yang mereka butuhkan. Continue reading

JALAN BARU DALAM PERTOBATAN

Maka kata yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.(Yohanes 12:7)
Kata tobat atau pertobatan dalam bahasa Ibrani: syuv berarti berputar, berbalik kembali. Sedangkan dalam bahasa Yunani: metanoia dan epistrefo artinya perubahan hati, yang nyata dalam pikiran, sikap, pandangan dengan arah yang sama sekali berubah, putar balik dari dosa kepada Allah untuk pengabdikan diri penuh kepada Allah. Inilah yang di maksud dengan perilaku seseorang sebagai dampak dari karya Roh Kudus yang melahiran orang itu. Pertobatan adalah syarat mutlak untuk memperoleh keselamatan. Inilah yang Yesus serukan dalam pelayanan-Nya di muka umum, dan pada saat sebelum Ia naik ke Sorga. Dengan demikian, jelaslah bahwa jika seseorang berbalik kepada Allah, tindakan dan perbuatannya mengungkapkan terjadinya perubahan hati yang begitu penting dan menentukan bagi seseorang dalam merespon karya Ilahi yang lebih dulu bekerja dalam diri manusia menuju pertobatan itu.

Continue reading