HARGA DARI KETAATAN

Bacaan: ROMA 6:1-11

Kita semua yang hidup di zaman ini menjadi saksi atas percepatan pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat luar biasa. Di zaman yang semakin modern ini, hidup manusia menjadi semakin mudah, nyaman, dan dinamis. Akan tetapi dibalik keberhasilan itu, terdapat keprihatinan akan terjadinya perubahan sosial yang ditandai kehidupan yang semakin individualistik, serta pandangan terhadap norma, etika, dan moral yang semakin longgar. Banyak perilaku yang di masa lalu dianggap tabu dan memalukan, hari ini sudah dianggap biasa. Continue reading

TAAT DALAM PENDERITAAN

Bacaan: Matius 21:1-11; 27:11-31

Minggu ini kita memasuki minggu Pra Paska VI yang biasa kita kenal sebagai minggu Palmarum dan yang juga disebut sebagai minggu sengsara. Ada dua bacaan Injil Matius dalam liturgi Pra Paska VI yaitu Matius 21:1-11 dan Matius 27:11-54. Dua teks itu berbicara hal yang ironis yaitu Yesus yang masuk ke kota Yerusalem dengan sorak sorai untuk bersiap diri menjalani sengsara menuju salib. Yesus tahu bahwa di ujung Yerusalem adalah penderitaan, tetapi Ia tetap masuk ke sana. Karena itulah minggu Pra Paska ke VI bermakna ganda yaitu tentang penyambutan Yesus sebagai Raja dan masuknya Yesus dalam jalan sengsara. Continue reading

ANAKKU BERKARYA DALAM KETAATAN

Bacaan: Kejadian 22 : 1-19

Berbicara ketaatan tidaklah sukar, tetapi hidup di dalam ketaatan itu sukar. Menaati Allah seringkali menjadi pergumulan karena dalam proses itu dibutuhkan pengorbanan yaitu menyerahkan sesuatu yang benar-benar kita inginkan, sesuatu yang sangat kita banggakan, atau seseorang yang sangat kita kasihi.

Bagi Abraham, Ishak adalah anak yang sangat diinginkannya. Berpuluh-puluh tahun dia dinanti dan dikasihi tentu bukan perkara yang gampang untuk menyerahkannya sebagai kurban. Namun, dalam pergumulannya yang tidak sederhanan itu, Abraham memutuskan untuk bersikap taat kepada Allah. Abraham mengajak Ishak dan membawa semua perlengkapan untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Abraham berjalan ke Gunung Mori. Keputusan untuk taat kepada perintah Allah, sekalipun tentu tidak mudah bagi Abraham. Continue reading