PENTAKOSTA: ALLAH YANG TIDAK TINGGAL DIAM

Image: generasiterang.com

Bacaan: Roma 8: 21-27

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Roma 8:26)

Minggu pagi, 13 Mei 2018 tak seperti biasanya. Meskipun berjarak 284 km dari kota Solo, kita semua merasakan kengerian yang dialami masyarakat di Surabaya. Bom meledak di tiga gereja di waktu yang hampir bersamaan. Suasana ibadah yang syahdu sekejap berubah dan dipenuhi jeritan ketakutan. Suasana mencekam dan juga membuat sebagian orang ragu melangkah keluar rumah menuju gereja. Sekali lagi kita harus mendengar berita yang membuat air mata mengalir. Korban bergelimpangan, Surabaya mencekam, gereja-gereja di berbagai kota langsung didatangi oleh pihak keamanan untuk menjaga umat Kristen yang masih atau sedang beribadah. Dalam peristiwa itu, saya hanya bisa tertunduk, memohon belas kasihan, meminta Tuhan berbuat sesuatu, meskipun pikiran dibayangi pertanyaan, “Mengapa harus terjadi lagi, Tuhan?” Saya tidak bisa membayangkan betapa menderitanya mereka yang menjadi korban dan yang ditinggalkan. Continue reading

Surat Gembala GKI Coyudan: KUASA-NYA MENJADIKAN KITA BERANI DAN DIPERLENGKAPI

Image: catholicexchange.com

Oleh: Pdt. Daniel K. Gunawan, S.Si Teol

Dalam merayakan pentakosta ada dua hal yang kita hayati dan rayakan, yaitu turunnya Roh Kudus dan persembahan penuaian. Mungkin kita bertanya apa hubungannya Roh Kudus dengan persembahan penuaian? Lalu orang sering menyebut istilah undhuh-undhuh? Wah apa pula kaitannya? Lantas apakah pentakosta hanya seputar persembahan dan undhuh-undhuh? Nah mari kita pahami satu persatu.

Continue reading

DIJADIKAN BERANI DAN DIPERLENGKAPI

Ada rupa rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. (I KORINTUS 12:4-6).

Apakah Bapak Ibu Saudara yakin dan percaya bahwa Anda semua sudah selamat dan pasti masuk Surga yang Mulia? Sebagian dari kita akan menjawab dengan mantab “Ya, saya yakin dengan segenap hati”. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah “Apa yang sudah kita lakukan bagi Tuhan sebagai ucapan syukur atas keselamatan yang sudah lunas dibayar dengan darah-Nya yang mahal itu?” Continue reading

HIDUP YANG DIPIMPIN OLEH ROH ALLAH

Bacaan: ROMA 8:6-11

Hidup yang dipimpin oleh Roh Allah adalah hidup yang berada dalam pembaharuan, tidak dikuasai oleh keinginan dan hawa nafsu pribadi (keinginan daging) melainkan hidup seturut dengan Kehendak Allah. Dalam Roma 8:14 mengatakan “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah”. Setiap orang yang yang telah menyerahkan diri kepada Allah maka menjadi milik Allah dan disebut sebagai anak-anak Allah. Sebagai anak-anak Allah maka kita harus hidup dalam kebenaran Allah serta menjaga kesucian hidup. Setiap orang percaya yang dipimpin oleh Allah maka hidupnya juga bersandar pada Roh Kudus supaya menuntun pikiran, kata-kata, dan perbuatannya (Roma 6:11–14).

Orang percaya tidak akan hidup melakukan keinginan daging, sebab hal itu merupakan perseteruan dengan Allah, dan sebagai bentuk ketidaktaatan seseorang terhadap Allah. Namun, orang percaya harus menghasilkan buah Roh dalam hidupnya yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22–23). Hidup dalam Roh sama dengan mengijinkan Firman Tuhan tinggal dalam hidup kita, sehingga melalui Firman itu maka hidup orang percaya menghasilkan ucapan syukur, puji-pujian, dan sukacita dalam kehidupannya.

“Hidup dalam Roh” berbicara mengenai taat dalam pimpinan Roh sehingga orang percaya “berjalan bersama Roh”, dan mengijinkan Roh Kudus menuntun langkah kita serta mencocokkan pikiran kita. Marilah sebagai anak-anak Allah kita hidup dalam pimpinan dan kehendak Allah. Berjuang untuk menguasai diri kita agar tidak jatuh dalam keinginan daging dan terus peka untuk mendengar suara Allah yang memimpin hidup kita. Amin. (DA)