BERBUAT, TAK SEKADAR BERTOBAT

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” (Yesaya 55:6)

 

Suatu hari seorang pemilik toko merasakan ada yang tidak beres dengan persediaan barang-barang yang dijualnya. Sebagian barang tidak ada padahal tidak ada catatan penjualan untuk barang tersebut. Dia menduga ada pekerjanya yang mencuri barang-barang tersebut, namun belum ada bukti siapa yang melakukannya. Setelah mengamat-amati beberapa hari, kecurigaannya terfokus pada dua orang.

Akhirnya, dua orang ini dipanggil dan pemilik toko bercerita bahwa toko itu dibangun dengan susah payah. Banyak orang yang menyandarkan hidupnya pada toko itu, karena banyak pekerja dan keluarganya yang menggantungkan hidupnya dari toko itu. Tetapi akhir-akhir ini sering ada barang-barang yang hilang. Kalau hal ini terjadi terus menerus maka toko bisa tutup dan puluhan orang bisa kehilangan pekerjaan. Kasihan keluarganya. “Apakah kalian tahu, siapa kira-kira yang mencuri?” tanya pemilik toko.

Dengan tertunduk, dua pekerja ini mengakui perbuatannya dan mohon bisa tetap bekerja di toko itu. Dan, pemilik toko memaafkannya. Tapi suatu ketika masih ada barang yang hilang. Akhirnya pemilik toko memecat satu pekerja yang pernah dipanggilnya. Sedangkan yang satunya lagi tetap bekerja bahkan menjadi kepercayaan pemilik toko. Mengapa? Karena dia telah bertobat dan menjadi lebih rajin bekerja serta menjaga barang-barang milik majikannya dengan baik, termasuk melaporkan pencurian yang dilakukan temannya. Sedangkan yang dipecat, walaupun sudah bertobat tapi perilakunya tidak berubah, bahkan dia terbukti masih mencuri.

Perilaku kita kadang sama dengan pencuri di toko itu. Kita telah berbuat dosa, mengakui dosa kita, dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat, tetapi hidup kita tidak menunjukkan perubahan, bahkan masih berbuat dosa. Pengorbanan Yesus, siksaan, hinaan, cacian, bahkan penyaliban-Nya seolah tidak ada artinya sehingga manusia masih terus berbuat dosa. Maka, akan ada saatnya bagi mereka yang tidak berbuah untuk dicampakkan, seperti dalam perumpamaan pohon ara yang tidak berbuah (Lukas 13:6-9).

Masih ada waktu bagi kita untuk mencari dan berseru kepada Tuhan selama Ia bisa ditemui: untuk bertobat, mohon ampun dan hidup baru dengan meninggalkan hidup lama yang tidak berkenan kepada-Nya. Pertobatan harus dinyatakan dengan perubahan hidup, hidup yang mengasihi, seperti Kristus telah mengasihi kita. Buah-buah roh harus terlihat untuk menunjukkan bahwa memang kita adalah anak-anak Allah, anak-anak terang. Barang siapa yang bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, akan diselamatkan. Iman percaya itu harus dinyatakan melalui perbuatan yang baik, seperti yang Allah kehendaki. (ss)

ADVEN III: PERTOBATAN MENDATANGKAN SUKACITA

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah! (Filipi 4:4)

Perjalanan selama setahun yang kita lalui dengan berbagai pengalaman manis dan pahit, susah dan senang, gagal dan sukses menjadikan kita sebagai pribadi yang dewasa dan matang. Namun selama setahun ini kita juga sering melukai hati sesama kita, dan bahkan kita tidak boleh menyangkal bahwa dalam perjalanan hidup kita, kita sering mengabaikan firman Tuhan dan membelakangi Allah. Kita sering memperlakukan Allah secara tidak adail, padahal Dia selalu memberkati hidup kita. Ketika kita mengalami masa-masa sulit, sering kita memanggil dan menyebut nama Tuhan, namun ketika kaki kita mantap melangkah dan ekonomi mulai mapan, kita mendukakan hati Allah bahkan mengkhianati Dia. Kita telah menunjukan perilaku kita yang jahat kepada Dia yang memberkati hidup kita sampai saat ini. Continue reading

LURUSKANLAH JALAN BAGI TUHAN

8Bacaan: YESAYA 40:1-11; ROMA 8:22-25

Berada dan menjalani hidup di dalam kesulitan dan pergumulan karena terbelenggu atau terkurung di suatu tempat asing, memang tidaklah mudah. Orang yang mengalaminya akan sangat sedih dan gelisah. Kesedihan dan kegelisahan makin bertambah jika harapan untuk segera bebas tidak kunjung tiba. Penantian yang panjang akan pembebasan tanpa kepastian membuat orang makin kecewa, putus asa, stres dan lemah, tidak berdaya. Continue reading

SAMBUTLAH KESELAMATAN DARI TUHAN

7Bacaan: LUKAS 3:1-6

Firman Tuhan datang kepada Yohanes di padang belantara untuk menyerukan pertobatan bagi seluruh umat manusia. Ada tiga pesan di dalam seruan pertobatan Yohanes Pembaptis, yaitu:

  1. “Bertobatlah..” (Ibrani: syuv; Yunani: Metanoia) berarti berbalik, mengubah sikap Dosa merusak relasi manusia dengan Tuhan dan juga dengan sesama. Namun Tuhan turun ke dunia menyatakan keselamatan melalui Kristus.
  2. “Berilah dirimu dibaptis (Yunani: baptizomai) berarti membasahi, mencelupkan, atau menyelamkan ke dalam air. Makna baptisan adalah sebuah tanda kehidupan lama yang dibenamkan bersama kematian Kristus, agar kita dapat bangkit bersama Kristus sebagai ciptaan baru. Melalui baptisan, manusia memiliki dua dimensi dalam kehidupannya, yaitu kehidupan pribadi bersama Kristus dalam anugerah Allah, dan kehidupan sebagai persekutuan jemaat yang dihisapkan ke dalam tubuh Kristus sebagai umat Allah.
  3. “Allah akan mengampuni dosamu.” Sekalipun manusia telah jatuh dalam dosa, Allah tetap mengasihi manusia. Ini adalah anugerah yang besar.

Continue reading