BERBALIK DALAM DAMAI

Photo by Ben White on Unsplash

LUKAS 3: 1-6

Menanti atau menunggu adalah suatu keadaan yang bisa dimaknai dengan berbagai cara dan melibatkan perasaan yang berbeda-beda, tergantung dari apa atau siapa yang dinantikan. Dalam masa-masa penantian ada orang yang berusaha mempersiapkan diri dan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Tetapi ada pula yang bersantai ria dan tidak terlalu peduli tentang siapa yang akan datang atau apa yang akan terjadi. Ada yang hanya berdiam diri saja dan tidak tahu mau melakukan apa. Bahkan juga ada yang terlalu bersukacita hingga sangat sibuk menyiapkan ini dan itu tetapi lupa menyiapkan diri sendiri.

Continue reading

SERUKAN BERITA PERTOBATAN

Media sosial bisa dibilang sebagai terobosan besar dalam sejarah manusia. Dengan aplikasi tersebut, manusia dapat terkoneksi dengan siapa saja yang ada di segala penjuru dunia. Kita dapat membagikan kepada seluruh dunia tentang apa saja tentang kita. Dari mulai ungkapan hati , apa yang sedang kita lakukan, berita apa yang kita dapat dan hendak dibagikan, sampai sedang berada di mana. Informasi apapun dengan mudah didapat, mulai dari trend gaya hidup sampai informasi kejadian terkini mampir ke akun media sosial kita. Media sosial yang awalnya diciptakan untuk kebaikan berubah menjadi keburukan. Orang dengan mudah dan tanpa berpikir panjang mengungkapkan kata-kata kebencian dan kemarahan, berita-berita yang belum tentu benar dengan mudah dibagikan kemana-mana, komentar-komentar penuh dengan caci maki. Dengan sosial media, orang merasa lebih berani mengungkapkan apa yang ingin ia ungkapkan. Jika dulu terdengar peribahasa “ Mulutmu adalah harimau-mu ” mungkin sekarang berubah menjadi “ Statusmu adalah harimau-mu ” Continue reading

MENCUKUPKAN DIRI SEBAGAI TANDA PERTOBATAN

Pertobatan merupakan sebuah kata yang sederhana tetapi memiliki makna yang dalam dan sangat luas, karena dampak dari pertobatan adalah meliputi perubahan cara pandang dan bertindak seseorang dalam segala aspek kehidupannya. Dan dalam minggu ini kita diajak untuk melihat bahwa salah satu bentuk pertobatan yang penting untuk dilakukan adalah “memiliki rasa cukup”!

Bangsa Israel dalam perjalanan dari Mesir ke tanah perjanjian mengalami kendala sampai 40 tahun lamanya berputar-putar di padang gurun karena mereka tidak pernah merasa cukup pada penyertaan Tuhan. Berkat Tuhan yang sekiranya memberikan pemeliharaan dengan sempurna dipandang rendah dan tidak berharga, dan sekiranya mereka meminta kepada Tuhan pastilah Tuhan memberikan apa yang mereka butuhkan. Continue reading

KETAATAN DAN KASIH PERSAUDARAAN SEBAGAI TANDA PERTOBATAN

Bacaan: I PETRUS 1:17-23

I PETRUS 1:18-19 menegaskan bahwa kemerdekaan kita bukan oleh karena usaha dan perjuangan kita. Kemerdekaan kita adalah anugerah. Kemerdekaan itu dibayar dengan harga yang teramat mahal karena bukan dengan emas dan bukan pula dengan perak. Kristus membayar dengan darah-Nya sendiri. Kita tidak bisa menyelesaikan urusan dosa dengan kekuatan kita sendiri, dan itu berarti bahwa kita tak akan pernah bebas, tak akan pernah merdeka tanpa pengurbanan Tuhan Yesus Kristus. Dengan darah Tuhan Yesus kita diperdamaikan dengan Allah dan dijadikan kepunyaan Allah. Karena Kristus sudah memerdekakan kita dan mengangkat kita dari lembah dosa, maka selayaknyalah kita tidak lagi hidup dalam dosa melainkan menanggalkan dosa-dosa kita dan cara hidup kita yang lama. Kita hidup dalam kehidupan yang baru. Continue reading