PEGANG PERINTAH-NYA DAN TERUSKAN!

Photo by Nick Fewings on Unsplash

Bacaan: Yakobus 1 : 19-27

Pernah suatu kali saya memberikan ibu satu set peralatan dapur terbaru dengan warna kesukaannya, dengan harapan bahwa peralatan tersebut akan menyenangkan hatinya dan bisa segera digunakan. Tapi alangkah kagetnya ketika beberapa hari kemudian saya menemukan peralatan tersebut dipajang di lemari dalam kondisi masih lengkap dengan plastiknya dan ibu berkata,”Sayang kalau bagus-bagus dipakai” Waduh…, padahal peralatan dapur itu diproduksi tentunya bukan hanya untuk dipajang.

Dalam hidup, seringkali kita juga melewatkan pemberian atau kesempatan yang Tuhan berikan bukan karena kita tidak menerimanya, tapi karena tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Yakobus 1 : 22 memberikan sebuah nasihat supaya kita tidak hanya menjadi pendengar Firman tapi menjadi pelaku Firman dan dipertegas dalam Yakobus 1 : 25. Sebuah petunjuk yang selaras dengan apa yang dinyatakan Tuhan Yesus sendiri dalam Lukas 11 : 28, bahwa yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan memeliharanya. Tidak cukup bagi kita untuk sekedar senang mendengarkan atau membaca Firman, rajin mencatat kotbah, maupun gemar membaca buku rohani, karena itu semua baik tapi tidak akan menjadikan kita bertumbuh dalam iman seperti yang Tuhan kehendaki jikalau kita tidak melakukan dan memeliharanya dalam hidup. Tuhan sudah berkenan menyatakan diriNya melalui kebenaran firman-Nya dan Roh Kudus menolong kita untuk bertumbuh, namun mendengarkan, menekuni dengan sungguh-sungguh, dan bertekad untuk melakukan kebenaran Firman Tuhan adalah serangkaian proses yang menjadi bagian kita untuk bertumbuh di dalam iman dan pengenalan yang benar akan Tuhan.

Dan seperti mata rantai yang tidak terputus, kebahagiaan yang kita terima sebagai pribadi yang mau dan terus dimampukan menjadi pelaku firman Tuhan tentunya rindu untuk kita bagikan kepada sesama. Ulangan 4 : 1-2, 6-9 menyatakan sebuah tuntunan bagi orang Israel dan tentunya juga bagi kita untuk memaknai firman Tuhan dengan terus berpegang pada kebenaran-Nya namun juga mengingat untuk menyampaikan kepada generasi di bawahnya. Sehingga kebahagiaan dituntun dan disertai Tuhan itu bukan hanya menjadi milik sendiri namun juga bisa diterima dan dirasakan generasi yang lain seperti yang Tuhan kehendaki. Pegang perintah-Nya dan teruskan! Tuhan memampukan kita sekalian. (NVT)