SALING MENJUMPAI, SALING MENEGUHKAN

Image from NPR

Pada tahun 1975, seorang anak bernama Eddie Vernon bersaksi tentang
pembunuhan yang mengakibatkan seorang pria bernama Jackson masuk penjara. Karena kesaksiannya, Jackson ditangkap dan dihukum penjara selama 39 tahun. Seiring berjalannya waktu, Eddie Vernon yang beranjak dewasa merasa dihantui rasa bersalah karena telah memberikan kesaksian yang tidak benar. Ia disarankan oleh pendetanya untuk berkata jujur kepada Jackson. Tahun 2014, Vernon menemui Jackson yang telah dibebaskan. Ia memohon maaf atas kesaksiannya yang salah dan membuat Jackson dipenjara. Diluar dugaan Jackson memeluk Vernon dan mengatakan, “Tidak apa-apa, kita berdua adalah korban dalam kejadian itu, aku memaafkanmu.” Respon Jackson membuat Vernon menangis. Perjumpaan itu mengubah ketakutan Vermon menjadi pemulihan yang mendamaikan.

Perjumpaan Maria dengan Elisabet juga memberikan kekuatan tersendiri bagi Maria. Sebagai seorang gadis yang mengandung sebelum pernikahan merupakan masalah besar pada masa itu. Jika ayah anak yang dikandungnya tidak bersedia menikahinya, maka gadis itu kemungkinan besar tidak akan menikah seumur hidupnya dan harus membesarkan anaknya seorang diri serta dikucilkan oleh masyarakat. Dan Maria mengandung oleh Roh Kudus, sesuatu yang sangat sulit untuk dipahami oleh manusia. Tetapi ketika Elisabet berjumpa dengan Maria, melonjaklah anak di dalam rahimnya dan Elisabet penuh dengan Roh kudus karena itu ia berseru dengan nyaring “Diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku.” Perkataan Elisabet ini pasti sangat mengagetkan bagi Maria, sekaligus memberi kekuatan dan peneguhan.

Setiap orang pasti memiliki pergumulan hidupnya masing-masing,
termasuk juga kita. Ada kalanya kita belum mengerti maksud Tuhan dalam pergumulan yang dialami. Perjumpaan dalam persekutan dapat menguatkan kita dalam pergumulan hidup. Dalam perjumpaan kita bisa saling memberikan penghiburan, kekuatan, dan peneguhan. Setiap kita dipanggil untuk saling mengasihi, sebagaimana Tuhan Yesus telah mengasihi kita. Biarlah di dalam persekutuan kasih yang kita bangun, setiap orang yang ada di dalamnya dapat saling menguatkan dan meneguhkan di dalam Kasih Kristus. (LKSI)

KELUARGAKU DIAMPUNI DAN MENGAMPUNI

Bacaan: EFESUS 4:17-32

Setiap kita mengharapkan terlahir dan ada dalam situasi keluarga yang berbahagia dimana penuh kasih sayang antar anggotanya. Namun, manusia yang penuh keterbatasan dan dosa membuat hubungan sebuah keluarga menjadi lebih kompleks dan bermasalah. Hari berganti hari, bulan berganti bulan bahkan tahun berganti tahun, terkadang luka hati tetap ada dan tidak ada usaha untuk diobati. Kita terus diam dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal hati kita masih bergulat dengan rasa kecewa, amarah, bahkan dendam dan sakit hati pada sesama anggota keluarga kita. Continue reading

PENGAMPUNAN MEMBERI KESEMPATAN BARU

Bacaan: YOHANES 8:1-11

Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak. Ya, peribahasa ini sering kita dengar, menggambarkan betapa mudahnya kita melihat kesalahan orang lain, sebaliknya betapa sulitnya kita melihat kesalahan diri sendiri. Kita harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, baik yang akhirnya menyakiti orang lain ataupun yang tidak. Continue reading

SALING MEMAAFKAN DALAM KESADARAN

Bacaan: Kejadian 33 : 1-20

Kisah Yakub dan Esau dalam bacaan kita hari ini, tentu sudah tidak asing bagi kita semua. Setelah kurang lebih dua puluh tahun mereka tidak berjumpa tentulah Yakub takut untuk bertemu kembali dengan Esau, setelah apa yang dilakukan Yakub terhadap saudaranya itu. Yakub menipu Esau menukar hak kesulungannya dengan masakan kacang merah saat Esau baru pulang dari padang dengan kondisi lelah dan lapar. Tentu saja Esau juga salah karena menganggap enteng hak kesulungannya dan dengan mudah menukarnya dengan makanan. Padahal hak kesulungan merupakan penghargaan khusus kepada anak sulung dan meliputi bagian ganda dari warisan keluarga beserta suatu kehormatan bahwa suatu saat nanti akan menjadi pemimpin keluarga. Kejadian yang kedua adalah saat Yakub menipu ayahnya Ishak dengan berpura-pura menjadi Esau sehingga Yakublah yang menerima berkat dari ayahnya. Kejadian ini menimbulkan dendam dihati Esau dan dia berencana membunuh adiknya tersebut. Karena itu Yakub kemudian melarikan diri kerumah Laban, saudara ibunya. Didalam Kejadian 32 : 9-12 dikatakan Yakub berdoa didalam ketakutannya, memohon pertolongan Allah sebelum bertemu dengan Esau. Dan Tuhan Allah menolong Yakub sehingga ketika mereka bertemu kembali, Esau telah memaafkan Yakub. Kejadian 33 : 4 mengatakan “Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka”. Didalam perjumpaan tersebut telah terjadi rekonsiliasi, karena Yakub telah meminta maaf dan Esau telah memaafkan Yakub. Continue reading