PENTAKOSTA: ALLAH YANG TIDAK TINGGAL DIAM

Image: generasiterang.com

Bacaan: Roma 8: 21-27

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Roma 8:26)

Minggu pagi, 13 Mei 2018 tak seperti biasanya. Meskipun berjarak 284 km dari kota Solo, kita semua merasakan kengerian yang dialami masyarakat di Surabaya. Bom meledak di tiga gereja di waktu yang hampir bersamaan. Suasana ibadah yang syahdu sekejap berubah dan dipenuhi jeritan ketakutan. Suasana mencekam dan juga membuat sebagian orang ragu melangkah keluar rumah menuju gereja. Sekali lagi kita harus mendengar berita yang membuat air mata mengalir. Korban bergelimpangan, Surabaya mencekam, gereja-gereja di berbagai kota langsung didatangi oleh pihak keamanan untuk menjaga umat Kristen yang masih atau sedang beribadah. Dalam peristiwa itu, saya hanya bisa tertunduk, memohon belas kasihan, meminta Tuhan berbuat sesuatu, meskipun pikiran dibayangi pertanyaan, “Mengapa harus terjadi lagi, Tuhan?” Saya tidak bisa membayangkan betapa menderitanya mereka yang menjadi korban dan yang ditinggalkan. Continue reading

TAAT DALAM PENDERITAAN

Bacaan: Matius 21:1-11; 27:11-31

Minggu ini kita memasuki minggu Pra Paska VI yang biasa kita kenal sebagai minggu Palmarum dan yang juga disebut sebagai minggu sengsara. Ada dua bacaan Injil Matius dalam liturgi Pra Paska VI yaitu Matius 21:1-11 dan Matius 27:11-54. Dua teks itu berbicara hal yang ironis yaitu Yesus yang masuk ke kota Yerusalem dengan sorak sorai untuk bersiap diri menjalani sengsara menuju salib. Yesus tahu bahwa di ujung Yerusalem adalah penderitaan, tetapi Ia tetap masuk ke sana. Karena itulah minggu Pra Paska ke VI bermakna ganda yaitu tentang penyambutan Yesus sebagai Raja dan masuknya Yesus dalam jalan sengsara. Continue reading