JARKONI

Suatu hari anak kami yang berusia 5 tahun bertanya kepada saya “Kenapa kalau Papa boleh main handphone sambil tiduran, kalau saya ga’ boleh, Ma?” ketika memperhatikan Papanya melihat handphone sambil tiduran. Lalu saya menjawab “Iya, seharusnya memang tidak boleh, sana kamu bilang ke Papa kalau tidak boleh lihat handphone sambil tiduran, nanti matanya sakit”.

Kita sebagai orangtua masih seringkali jatuh di area ini. Kita menjadi orangtua yang JARKONI (iso ujar ra iso nglakoni) – bisa atau bahkan fasih memberi pengajaran (atau nasihat) namun kita sendiri tidak melakukan apa yang kita ajarkan. Kita menasehati anak untuk rajin berdoa dan membaca Alkitab, namun kita sendiri jarang melakukannya. Kita menasehati anak untuk murah hati, namun ketika melihat teman atau saudara yang memerlukan, kita hanya berdiam diri. Kita menasehati anak untuk menjadi pribadi yang jujur, namun kita mudah sekali berbohong. Continue reading