MENELADANI ALLAH YANG MAU PEDULI

Bacaan: I KORINTUS 12:1-31

Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. (I Korintus 12:26)

Gereja Korintus adalah gereja yang besar dan hebat pada masa itu. Jemaat yang berkembang baik secara kuantitas maupun kualitas, hampir semua karunia roh yang dibutuhkan gereja ada di sana. Tetapi, keburukan mereka adalah sikap individualis, mementingkan diri sendiri dan kelompok, juga meremehkan orang lain. Jangankan memberikan pengaruh bagi dunia, menjadi berkat di kalangan gereja pun jauh dari kenyataan. Di pasal 12, Paulus banyak berbicara tentang peran karunia Roh dan bagaimana mereka perlu saling menolong dan peduli terhadap sesamanya. Semua orang percaya memiliki karunia yang berbeda-beda dengan tujuan saling menolong satu dengan yang lain bagi kemuliaan Allah. Keharmonisan dan keindahan akan terwujud di dalam gereja ketika semua menyadarinya. Tetapi semuanya akan hancur ketika setiap orang percaya mementingkan kepentingan sendiri dan tidak menggunakan karunia itu kemuliaan Allah.

Dengan bagian dan karunia kita masing-masing, apakah kita peduli terhadap sesama kita di dalam gereja ini? Continue reading

KEMURAHAN HATI

12Bacaan : II KORINTUS 9:1-15

Beberapa waktu lalu saat bencana asap melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan yang menyebabkan ribuan orang terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), bantuan dari berbagai daerah berdatangan. Tim Gerakan Kemanusiaan Indonesia (GKI), yaitu sebuah lembaga kemanusiaan untuk membantu korban bencana yang dibentuk Sinode GKI, ikut terjun ke lapangan dengan menggandeng gereja lokal untuk membagikan masker dan memberikan bantuan yang dibutuhkan. Jemaat GKI Coyudan juga ikut memberikan sumbangan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang menderita karena bencana tersebut. Continue reading

MENIPU TUHAN

4Bacaan: MALEAKHI 3:5-12

Persembahan persepuluhan di sini dihubungkan dengan kondisi kehidupan masyarakat pada jaman Maleakhi, di mana ada banyak orang-orang yang disebut sebagai orang upahan hidupnya ditindas oleh majikan, sistem dan pemerintahan; demikian juga kehidupan para janda dan anak piatu yang tidak terpelihara di sebabkan oleh karena tidak ada perbendaharaan yang cukup di bait Allah untuk memelihara mereka. Itulah sebabnya teguran keras diberikan kepada umat untuk memberikan apa yang menjadi hak Tuhan bagi pemeliharaan umat-Nya, yaitu persepuluhan (band. ULANGAN 14:28-29). Continue reading