ANAKKU BERKARYA DALAM DIDIKAN-NYA

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya menjadi sukses. Secara umum predikat sukses selalu diindentikan dengan masuk kuliah yang favorit, punya pekerjaan mapan, gaji selangit, harta yang cukup, menikah, dan sederet ukuran sukses kebanyakan orang. Lantas demi sukses itulah, anak anak didorong (atau diintimidasi?) untuk belajar yang rajin – kurangi waktu bermain, nilai harus tinggi, kuliah dimana harus ikut kata orang tua, bekerja dengan orientasi gaji, dan harus menikah di usia segini – jika perlu dicarikan jodoh. Lantas pernahkah orangtua bertanya pada anaknya tentang semua itu sebagai panggilan mereka? Sebagai jalan hidup mereka? Dan yang terpenting apakah mereka bahagia? Continue reading