PEKERJA YANG BERTANGGUNGJAWAB

30Bacaan: I KORINTUS 3:10-17

Setiap hari saya selalu melintasi jalan di area kompleks perumahan tempat saya tinggal dengan ekstra hati-hati. Mengapa? Karena pavin jalan yang rusak dan berlubang. Padahal baru saja diperbaiki. Terpikir dalam benak saya, pasti bahan yang digunakan tidak sesuai standar, atau dibuat dengan tidak serius. Dalam kekesalan saya itu, saya jadi teringat beberapa fasilitas umum lain yang juga cepat sekali rusak. Rasanya kesal sekali dengan orang-orang yang diberi tanggungjawab untuk mengerjakan fasilitas-fasilitas umum ini tidak mengerjakan dengan baik. Continue reading

BERGANTUNG PADA KRISTUS

29Bacaan: YESAYA 54:1-13; WAHYU 21:1-7

Mari kita berpikir sejenak. Akhir-akhir ini kita sering melihat di surat kabar mengenai adanya kebakaran hutan dan gunung meletus serta berbagai bencana alam lainnya. Pernahkah kita merasa takut dan khawatir ketika kita membayangkan akan menghadapi bencana alam? Lalu bagaimana dengan perasaan kita saat menghadapi badai hidup? Sebelum terlarut dalam lautan perasaan yang berkecamuk dalam hati dan pikiran kita, mari kita menenggelamkan diri dan memelajari firman Tuhan pada saat teduh kita hari ini. Continue reading

TELADANKAN FIRMAN-KU

28Bacaan: LUKAS 2:41-52

Seseorang pernah berkata, “Jika anak tidak dididik untuk mengikut Tuhan, maka dunia akan mendidik anak-anak untuk mengikutinya.” Pernyataan ini menjadi semacam alarm bahwa kita sebagai orang dewasa ditantang untuk tetap mendidik anak-anak untuk hidup sesuai dengan apa yang Tuhan firmankan kepada kita, bukannya membiarkan mereka terlena dalam hal-hal duniawi.

Mari kita merenung sejenak tentang kehidupan rohani keluarga kita. Berapa banyak keluarga yang telah memperkenalkan anak-anak kepada Tuhan sejak mereka dini? Berapa banyak orangtua yang mendidik anak-anak untuk beribadah kepada Tuhan lewat saat teduh setiap hari? Berapa banyak keluarga yang selalu mendorong anak-anak untuk ikut sekolah minggu, persekutuan remaja, persekutuan pemuda, bahkan kebaktian? Berapa banyak keluarga yang selalu mengajarkan anak-anak untuk menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan mereka? Continue reading

KESETIAAN YANG TERLUPAKAN

27Bacaan: II TAWARIKH 24:17-24

Bagai kacang lupa kulitnya” tentu kita sudah tak asing lagi dengan pepatah ini. Pepatah ini adalah sebuah ungkapan bagi seseorang yang tidak tahu diri dan lupa akan asal-usulnya. Ungkapan ini sering kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan jangan jangan kita sendiri berperilaku seperti itu, ketika kita asik dengan sebuah keberhasilan dan melupakan orang-orang yang telah berjasa juga dalam pencapaian tersebut. Continue reading