HIDUP KUDUS DENGAN MENGASIHI

Bacaan: Matius 5 : 38-48

Mengapa Yesus turun dari sorga, masuk dunia g’lap penuh cela.

Berdoa dan bergumul dalam taman, cawan pahit pun dit’rima-Nya.

Mengapa Yesus menderita didera, dan mahkota duripun dipakai-Nya.

Mengapa Yesus mati bagi saya? Kasih-Nya ya kar’na kasih-Nya.

Pujian dari NKB 85 ini bercerita tentang Kasih Allah kepada manusia melalui kesediaan Tuhan Yesus datang kedunia untuk menderita bahkan mati demi menanggung dosa manusia. Pujian ini sering kita nyanyikan seiring dengan kasih yang kita perbincangkan, tetapi benarkah kita sudah mampu mengasihi orang lain dengan benar seturut kehendak Tuhan? Seringkali entah sadar atau tidak, kita telah pilih-pilih dalam mengasihi orang lain. Mudah untuk mengasihi orang yang sering berbuat baik kepada kita, orang yang mungkin memberi keuntungan secara materi, orang kaya dan terhormat, tetapi bagaimana dengan mengasihi sesama yang miskin, orang-orang yang tersingkirkan, mereka yang memusuhi dan bahkan membenci kita? Continue reading

RUMAH ALLAH

“Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.”  (Efesus 2:21-22)

Betapa beruntung dan bersyukurnya kita saat ini karena telah dianugerahi keselamatan dalam Yesus Kristus, sehingga dilayakkan menjadi anak-anak Allah. Jika kita melihat Perjanjian Lama, kita termasuk orang-orang yang tidak layak untuk menjadi anak-anak Allah, karena kita bukan orang Yahudi, bukan bangsa pilihan Allah. Bahkan,bisa jadi kita disebut sebagai bangsa yang kafir. Kalaupun kita mau ke Yerusalem untuk beribadah di Bait Suci atau rumah Allah, kita hanya akan berada di barisan belakang. Untuk sampai altarnya pun, kita tidak akan bisa. Apalagi masuk ke ruang Maha Kudus, hanya para imam Yahudi yang bisa masuk, dan itu pun iman-imam tertentu. Continue reading