PANGGILAN UNTUK MERAWAT MANUSIA

Bacaan: MATIUS 25:31-46

Dalam hidup yang serba modern dan bergerak dengan sangat cepat ini, tantangan terbesar yang sedang dihadapi oleh kemanusiaan adalah sikap egosentris. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), egosentrisme adalah sifat dan kelakuan yang selalu menjadikan diri sendiri sebagai pusat dari segala hal. Sikap egosentris ini ditandai dengan keengganan orang untuk melihat dan mendengarkan sudut pandang orang lain karena menurutnya hanya cara berpikirnyalah yang paling benar dan paling cocok untuk semua hal. Akibatnya, orang hanya sibuk dengan dirinya, kebutuhannya, hidupnya, ambisinya, bahkan mimpinya sendiri, tanpa mau terlibat untuk menolong sesamanya yang kesulitan. Continue reading

KELUARGA YANG BERAKSI: BERPADANAN DENGAN KRISTUS

Bacaan: MATIUS 22:1-14

Banyak orang tidak sadar bahwa kekristenan bukan hanya tentang kepemelukan sebuah agama, tetapi lebih dalam dari itu yaitu bagaimana hidup kita berpadanan dengan Kristus; hidup kita pantas untuk menjadi pengikut Kristus/ layak disebut sebagai anak-anak Allah.

Memang mengikuti cara hidup Yesus bukanlah hal mudah, tetapi bukan berarti tidak perlu diusahakan, sebab sesungguhnya menjadi pengikut Kristus adalah sebuah anugerah yang besar, dimana kita dipanggil dalam ketidaklayakan kita untuk dilayakkan melalui angerah keselamatan dalam Kristus. Dalam bacaan injil hari ini, kita semua diundang untuk hadir dalam perjamuan Tuhan, yang perlu kita lakukan adalah berpakaian pantas/ selayaknya; hidup sepantasnya sebagai murid-murid Tuhan/sebagai anak-anak Allah. Continue reading

KOMUNITAS YANG MENGUTAMAKAN KRISTUS

Bacaan: Lukas 10:38-42

Ada banyak cara digunakan orang untuk melayani Tuhan, karena ada banyak talenta yang dianugerahkan Tuhan kepada tiap-tiap orang. Ketika kita menggunakan premis ini untuk memotret peristiwa yang terjadi di rumah Maria dan Marta, kita jadi bertanya-tanya, salahkah Marta? Bukankah Marta dan Maria masing-masing memiliki cara untuk mengekspresikan rasa hormat kepada Kristus. Maria duduk bersimpuh di kaki Yesus dan menyimak setiap perkataan-Nya, Marta menyibukkan diri dengan banyak hal untuk memantaskan dirinya sebagai tuan rumah yang memberikan pelayanan terbaik bagi tamunya. Continue reading