KOMUNITAS YANG MEMILIKI KEMURAHAN HATI

Bacaan: Lukas 10 : 25-37

Sebagai anak-anak Allah kita harus murah hati karena Bapa di surga juga murah hati (Lukas 6 :36). Kebanyakan orang berpikir bahwa murah hati identik dengan suka bersedekah atau memberi materi pada yang kekurangan. Murah hati tidak hanya berbicara tentang materi saja, tetapi juga sikap-sikap yang mudah memberi, tidak pelit, suka menolong, dan mudah mengasihi orang. Continue reading

HIDUP BERKOMUNITAS YANG SALING MENOLONG

Bacaan: Galatia 6:1-2

Semangat hidup bergotong royong adalah sebuah semangat yang hingga kini sebenarnya tak pernah pudar dalam kehidupan bangsa Indonesia. Ketika terjadi sebuah penggalangan dana untuk korban banjir di media sosial, dalam waktu yang singkat sejumlah uang dapat langsung terkumpul. Semangat inilah yang mampu memantik harapan bahwa masih ada kebaikan yang ada di sekitar kita. Masih ada kepedulian dan kasih sayang serta semangat saling membantu, saling menolong. Ah, lega rasanya! Continue reading

KASIH KRISTUS: KEKUATAN BARU UNTUK VISI YANG BARU

Bacaan: Kisah Rasul 16:9-15

Kita sering mendengar istilah visi-misi. Baik itu di lingkup pekerjaan, organisasi, bahkan dalam pelayanan gerejawi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan visi? Visi adalah sesuatu yang kita lihat dan inginkan untuk terjadi di masa depan. Visi adalah impian (dream) kita, cita-cita yang hendak kita capai. Dalam konteks sekuler, visi menggambarkan apa yang hendak dicapai oleh organisasi tersebut di masa mendatang, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, dan seterusnya. Biasanya visi dibuat oleh pemimpin/ nakhoda perusahaan yang mengarahkan dan menggerakkan seluruh elemen organiasinya menuju visi tersebut. Misi adalah cara atau langkah-langkah yang diambil dalam rangka mencapai visi tersebut. Continue reading

KASIH KRISTUS : KEKUATAN YANG BARU BAGI KOMUNITAS YANG BARU

Bacaan: Yohanes 13:34-35

Perintah itu disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada para murid sebelum Ia ditangkap kemudian dibawa kepada Pontius Pilatus, hingga peristiwa agung di Kalvari. Perintah baru bagi para murid-Nya saat itu, dan kepada kita, umatNya. Dalam setiap kesempatan, perintah itu terus dinyatakan kepada kita yaitu supaya kita saling mengasihi. Mengapa kasih? Karena kasih adalah identitas Allah yang paling sering Ia nyatakan, sebagaimana yang dipersaksikan dalam Injil Yohanes mengidentikkan Allah dengan kasih. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:7-21) Continue reading