KELUARGA YANG BERAKSI: BERPADANAN DENGAN KRISTUS

Bacaan: MATIUS 22:1-14

Banyak orang tidak sadar bahwa kekristenan bukan hanya tentang kepemelukan sebuah agama, tetapi lebih dalam dari itu yaitu bagaimana hidup kita berpadanan dengan Kristus; hidup kita pantas untuk menjadi pengikut Kristus/ layak disebut sebagai anak-anak Allah.

Memang mengikuti cara hidup Yesus bukanlah hal mudah, tetapi bukan berarti tidak perlu diusahakan, sebab sesungguhnya menjadi pengikut Kristus adalah sebuah anugerah yang besar, dimana kita dipanggil dalam ketidaklayakan kita untuk dilayakkan melalui angerah keselamatan dalam Kristus. Dalam bacaan injil hari ini, kita semua diundang untuk hadir dalam perjamuan Tuhan, yang perlu kita lakukan adalah berpakaian pantas/ selayaknya; hidup sepantasnya sebagai murid-murid Tuhan/sebagai anak-anak Allah. Continue reading

KELUARGA YANG BERAKSI: BERTUMBUH DAN MENGHASILKAN BUAH

Bertumbuh dan menghasilkan buah, itulah yang Tuhan inginkan terjadi dalam
kehidupan kita sebagai umat-Nya. Pertanyaan pentingnya : BERBUAH untuk
siapa?

Dalam kitab Yesaya 5:1-7, dengan jelas ditunjukkan bagaimana Tuhan sesungguhnya mengharapkan kebun anggur itu menghasilkan buah-buah anggur yang manis. Berbuahlah kebun anggur itu, tetapi buah asam yang dihasilkannya. Gambaran ini menceritakan tetang Yerusalem (ibu kota Kerajaan Israel Selatan) dan orang Yehuda yang hidupnya jauh dari harapan Tuhan. Tuhan mengharapkan yang baik (keadilan dan kebenaran) muncul di sana, tetapi justru keburukan (kelaliman dan keonaran) yang dihasilkan. Continue reading

KELUARGA YANG BERAKSI : MENGOSONGKAN DIRI AGAR DIISI OLEH KRISTUS

Bacaan: FILIPI 2:1-13

Ilustrasi tentang gelas yang kosong, sering dipakai dalam pemberian materi pembelajaran di sekolah atau pelatihan. Seseorang yang datang untuk belajar harus mengosongkan pikirannya seperti gelas yang kosong, sehingga dapat diisi sebanyak-banyaknya dengan pengetahuan yang baru. Jika seseorang yang ingin belajar tetapi merasa sudah memiliki pengetahuan, maka dia ibarat gelas yang sudah berisi air sehingga ketika diisi lagi maka airnya akan tumpah dan tidak berguna. Continue reading

KELUARGAKU DIAMPUNI DAN MENGAMPUNI

Bacaan: EFESUS 4:17-32

Setiap kita mengharapkan terlahir dan ada dalam situasi keluarga yang berbahagia dimana penuh kasih sayang antar anggotanya. Namun, manusia yang penuh keterbatasan dan dosa membuat hubungan sebuah keluarga menjadi lebih kompleks dan bermasalah. Hari berganti hari, bulan berganti bulan bahkan tahun berganti tahun, terkadang luka hati tetap ada dan tidak ada usaha untuk diobati. Kita terus diam dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal hati kita masih bergulat dengan rasa kecewa, amarah, bahkan dendam dan sakit hati pada sesama anggota keluarga kita. Continue reading