SATU KASIH SATU HARI

Photo by Dakota Corbin on Unsplash

Suatu hari anak saya yang berusia 2,5 tahun berkata kepada Asisten Rumah Tangga kami:

“Mbak, mamah tu sayang lho sama nyo-nyo ”

“O, iya to nyo?”

“Iyaa. Karena mamah beliin nyo2 popok, beliin roti, beliin susu ”

“Hahahaa, gitu ya nyo? ”

“Iya mbak, mamah baek lho mbak sama nyo-nyo, mamah sayang sama nyo-nyo ”.

Anak kecil memahami bahwa orangtuanya menyayangi melalui apa yang dia terima, apa yang dia rasakan, apa yang dia lihat. Kita orang dewasa pun pasti juga demikian. Kita bisa mengatakan seseorang menyayangi kita melalui apa yang kita terima, melalui apa yang kita rasakan, dan melalui apa yang kita lihat. Kasih itu memang sebuah kata sifat, namun tidak akan berarti apa-apa kalau tidak diubah menjadi sebuah kata kerja. Continue reading

KELUARGA YANG BERAKSI: BERPADANAN DENGAN KRISTUS

Bacaan: MATIUS 22:1-14

Banyak orang tidak sadar bahwa kekristenan bukan hanya tentang kepemelukan sebuah agama, tetapi lebih dalam dari itu yaitu bagaimana hidup kita berpadanan dengan Kristus; hidup kita pantas untuk menjadi pengikut Kristus/ layak disebut sebagai anak-anak Allah.

Memang mengikuti cara hidup Yesus bukanlah hal mudah, tetapi bukan berarti tidak perlu diusahakan, sebab sesungguhnya menjadi pengikut Kristus adalah sebuah anugerah yang besar, dimana kita dipanggil dalam ketidaklayakan kita untuk dilayakkan melalui angerah keselamatan dalam Kristus. Dalam bacaan injil hari ini, kita semua diundang untuk hadir dalam perjamuan Tuhan, yang perlu kita lakukan adalah berpakaian pantas/ selayaknya; hidup sepantasnya sebagai murid-murid Tuhan/sebagai anak-anak Allah. Continue reading

KELUARGA YANG BERAKSI: BERTUMBUH DAN MENGHASILKAN BUAH

Bertumbuh dan menghasilkan buah, itulah yang Tuhan inginkan terjadi dalam
kehidupan kita sebagai umat-Nya. Pertanyaan pentingnya : BERBUAH untuk
siapa?

Dalam kitab Yesaya 5:1-7, dengan jelas ditunjukkan bagaimana Tuhan sesungguhnya mengharapkan kebun anggur itu menghasilkan buah-buah anggur yang manis. Berbuahlah kebun anggur itu, tetapi buah asam yang dihasilkannya. Gambaran ini menceritakan tetang Yerusalem (ibu kota Kerajaan Israel Selatan) dan orang Yehuda yang hidupnya jauh dari harapan Tuhan. Tuhan mengharapkan yang baik (keadilan dan kebenaran) muncul di sana, tetapi justru keburukan (kelaliman dan keonaran) yang dihasilkan. Continue reading

KELUARGA YANG BERAKSI : MENGOSONGKAN DIRI AGAR DIISI OLEH KRISTUS

Bacaan: FILIPI 2:1-13

Ilustrasi tentang gelas yang kosong, sering dipakai dalam pemberian materi pembelajaran di sekolah atau pelatihan. Seseorang yang datang untuk belajar harus mengosongkan pikirannya seperti gelas yang kosong, sehingga dapat diisi sebanyak-banyaknya dengan pengetahuan yang baru. Jika seseorang yang ingin belajar tetapi merasa sudah memiliki pengetahuan, maka dia ibarat gelas yang sudah berisi air sehingga ketika diisi lagi maka airnya akan tumpah dan tidak berguna. Continue reading