KASIH KRISTUS : KEKUATAN YANG BARU BAGI KOMUNITAS YANG BARU

Bacaan: Yohanes 13:34-35

Perintah itu disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada para murid sebelum Ia ditangkap kemudian dibawa kepada Pontius Pilatus, hingga peristiwa agung di Kalvari. Perintah baru bagi para murid-Nya saat itu, dan kepada kita, umatNya. Dalam setiap kesempatan, perintah itu terus dinyatakan kepada kita yaitu supaya kita saling mengasihi. Mengapa kasih? Karena kasih adalah identitas Allah yang paling sering Ia nyatakan, sebagaimana yang dipersaksikan dalam Injil Yohanes mengidentikkan Allah dengan kasih. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:7-21) Continue reading

KASIH KRISTUS: PENOPANG BAGI YANG LEMAH

Ketika kita menjadi pengikut Kristus, artinya kita menjadi domba-domba-Nya. Domba selalu mendengarkan dan mengikuti Sang Gembala, yaitu Kristus sendiri. Sang Gembala inilah yang menjadi sumber andalan bagi domba. Andalan dalam mencari jalan. Andalan dalam mencari makanan dan minuman. Andalan dalam menghadapi bahaya.

Satu hal pertama yang harus disadari si domba adalah fakta bahwa dia lemah dan perlu senantiasa bersandar kepada Gembalanya untuk hidup. Semangat inilah yang kita harus hayati dalam kehidupan kita, bahwa kita ini lemah dan membutuhkan kasih Kristus sebagai andalan dan penopang bagi kehidupan kita. Kita tidak boleh merasa mampu untuk menjalani kehidupan kita sendiri. Tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi dalam hidupnya di masa depan. Hidup kita seperti uap, yang sebentar saja lenyap (Yakobus 4:14). Continue reading

KASIH KRISTUS: MENGUBAH YANG BIMBANG MENJADI TEGUH

Bimbang adalah sebuah perasaan yang ragu-ragu, tidak percaya, tidak tetap hati dan kuatir. Perasaan ini biasa dialami orang yang dalam ketakutan dan menghadapi keputusan yang besar.

Dalam bacaan Injil disampaikan bahwa kebimbangan itu muncul dalam hati semua murid Yesus. Bahkan ketika mereka tiba-tiba melihat Yesus yang telah bangkit hadir di tengah-tengah mereka, para murid sejenak terdiam hingga Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya, barulah para murid bersukacita dan yakin bahwa itulah Yesus, Guru dan Tuhan mereka. Namun demikian Tomas tetap meragukan kebangkitan Yesus, sekalipun murid-murid yang lain telah menyampaikan kabar baik itu dengan sangat yakin. Bagi Tomas, keraguannya akan sirna bila ia sudah melihat dan membuktikan sendiri kebangkitan Yesus.  Continue reading

KASIH YANG KONSISTEN

Firman Tuhan dalam Alkitab mempersaksikan begitu besarnya kasih setia TUHAN terhadap umat pilihan-Nya. Berulang kali bangsa Israel bersungut –sungut, menyembah patung berhala, bahkan meninggalkan TUHAN dan mengikuti baal baal. Namun TUHAN tidak pernah mengingkari janji-Nya. Tidak hanya berhenti sampai disitu saja. TUHAN tetap memegang pada perjanjian-Nya untuk menyelamatkan umatNya. Janji TUHAN sungguh terbukti. Keselamatan nyata di dalam Kristus yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya sendiri dan taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:6-8). Karena Tuhan Yesus sungguh mengasihi manusia dan tidak ingin ada yang binasa, Ia mau taat pada kehendak Bapa yaitu menggantikan hukuman dosa yang seharusnya kita tanggung. Continue reading