BERBUAH BAGI INDONESIA

Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan salah seorang anak Tuhan yang telah berbuah bagi Indonesia. Pak Ahok telah mencelikkan mata banyak orang bahwa kebenaran dan keadilan itu memang tidak mudah, tetapi HARUS diperjuangkan demi kebaikan kehidupan sebuah bangsa. Seberapapun kesulitan yang harus dihadapi dan beban yang harus dipikul, kebenaran dan keadilan tetaplah patut diperjuangkan. Buah yang dihasilkan bukan tentang karyanya sendiri (apa yang sudah dicapainya), tetapi bagaimana kejujuran dan ketulusannya menjadi teladan bagi banyak orang yang mengharapkan kemajuan bangsa Indonesia. Itu semua dilakukannya sebagai wujud hidup yang meneladan pada Yesus Kristus. Continue reading

DIPANGGIL UNTUK INDONESIA

Baru saja kita memperingati hari ulang tahun ke–29 penyatuan Gereja Kristen Indonesia. Dari gereja suku menjadi gereja Indonesia. Dari tiga gereja menjadi satu gereja. Dari keberagaman menjadi satu dengan semangat Tubuh Kristus. Ada hal yang menarik dari sejarah panjang GKI ini yaitu perubahan nama dari Tiong Hoa Ki Tok Kauw Hwee menjadi Gereja Kristen Indonesia. Konon katanya sempat ada usulan menambahkan imbuhan ‘di’ sehingga menjadi Gereja Kristen di Indonesia. Setelah dipikirkan maka kata ‘di’ dihapuskan dengan memaknai bahwa GKI bukan hanya berpijak di Indonesia, tetapi mau menjadi kontekstual. Sederhananya GKI menyadari panggilannya untuk menyatakan damai sejahtera, kasih, keadilan, dan kebenaran bagi Indonesia. Continue reading

GKI BERKARYA DALAM KEBERAGAMAN

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hitup, yang kudus dan yang berkenaan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. – Roma 12:1

Apa yang dimaksud dengan ibadah yang sejati? Apakah terlihat dari seringnya datang ke gereja? Dengan memberi persembahan rutin dalam jumlah yang banyak? Ibadah sejadi bukan hanya melakukan tingkah laku agama, melainkan kehendak Allah yang difirmankan-Nya dengan segenap hidup. Karenanya Paulus menuliskan “mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup” yang berarti menyediakan, membawa, dan menyerahkan dengan tulus kepada Allah dengan takut dan hormat. Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan kepada Allah harus dalam tiga aspek yaitu: Hidup, kekudusan dan Berkenaan kepada Allah. Pertama. Hidup berarti tidak mati, melainkan dapat bergerak dan bertindak, aktif dengan penuh kekuatan. Kedua. Kudus berarti suci dalam tubuh, moral dan rohani. Ketiga. Berkenaan berarti menyenangkan, dapat di terima, baik, berhubungan dengan hasil dan motifasi. Continue reading

TERUSLAH BERBUAT BAIK, JANGAN GENTAR!

Bacaan: I Petrus 3:13-22

Perjuangan dan komitmen bangsa Indonesia untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan sudah berlangsung puluhan tahun yang lampau bahkan sebelum Indonesia merdeka. Hal itu menjadi salah satu faktor utama yang menghantarkan bangsa Indonesia kepada pintu gerbang kemerdekaan. Di dalam semangat persatuan tentunya harus ada semangat untuk menghargai perbedaan dan meniadakan diskriminasi demi keutuhan negeri. Namun sebagian orang terjebak dengan kebenaran menurut versi mereka sendiri sehingga mereka memilih untuk mengorbankan persatuan demi ideologi mereka. Menghargai perbedaan bukan berarti mengorbankan kebenaran. Menjunjung tinggi kebenaran bukan berarti anti toleransi terhadap yang berbeda. Continue reading