IMAN YANG MERESPONS PANGGILAN ALLAH

“Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” ROMA 4:3

Tidak mudah bagi seseorang yang sudah begitu lama hidup dalam keluarga yang nyaman dan mapan, tiba-tiba dia diminta untuk meninggalkan lingkungan tersebut, untuk pergi ke tempat yang belum dia ketahui sebelumnya. Apalagi saat dia diminta untuk meninggalkan rumahnya tersebut usianya sudah 75 tahun, lalu apa yang dikejar? Harta sudah mencukupi. Keluarga juga baik-baik saja. Lalu, dia harus pergi begitu saja? Continue reading

BERIMAN TANPA BASA-BASI

Ada beberapa tipe orang Kristen yang bisa kita jumpai, yakni:

  1. Orang Kristen “verbal”: Orang yang hanya dalam perkataan dan pengakuannya saja Kristen, tetapi tidak disertai dengan gaya hidup atau sikap hidup sebagai orang Kristen.
  2. Orang Kristen “ornamental”: Orang Kristen yang hanya menekankan pada ornamen-ornamen Kristen atau simbol-simbol kekristenan saja.
  3. Orang Kristen “ritual”: Orang Kristen yang hanya menekankan pada ritual-ritual saja, tetapi tidak mewujud dalam perbuatan hidup sehari-hari.

Continue reading

DIBENARKAN KARENA IMAN DALAM ALLAH TRINITAS

“Jika aku melihat langit-MU, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah manusia sehingga Engkau mengindahkannya?” (Mazmur 8 : 3, 4)

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan orang yang telah melakukan kejahatan besar sehingga dia dijatuhi hukuman berat, disiksa hingga mati, namun pada detik-detik terakhir ajalnya, dia justru mendapat jaminan masuk sorga. Tentu dia akan merasakan sukacita yang besar. Penderitaan yang dialaminya saat menjalani hukuman, tidak akan terasa apa-apa dibandingkan dengan kedamaian karena keselamatan kekal yang akan diterimanya. Continue reading

IKUTILAH TELADAN TOKOH IMAN, SAAT HIDUP PENUH PERSOALAN

Bahan Bacaan : Kejadian 15:1-18

 

Pengalaman menunggu kelahiran adalah pengalaman yang membangun kesabaran dalam diri setiap orangtua. Selama 9 bulan dikandung, ditambah beberapa hari menjelang kelahiran membuat hati setiap orang tua harap harap cemas. Di sisi lain, juga ada pasangan yang harap harap cemas menanti hadirnya buah hati, segala cara dan tindakan medis dilakukan demi hadirnya buah hati di dalam kandungan.

Perasaan Abraham mungkin tidak jauh berbeda dengan contoh-contoh di atas. Abraham dan Sara harap harap cemas. Tuhan memberi janji kepada Abraham, “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar” (Kej 12:2). Namun, setelah tahun-tahun berlalu, Abraham mempertanyakan bagaimana mungkin janji itu terpenuhi tanpa adanya seorang anak laki-laki, apalagi usia yang sudah tua (kej 15:2). Namun, Allah kembali meyakinkan Abraham bahwa anak kandung Abraham yang akan menjadi ahli warisnya.

Allah begitu memahami persoalan yang tengah dihadapi Abraham dan melakukan perkara dalam kehidupannya.  Iman dan kebenaran dinyatakan melalui kehidupan Abraham karena :

  1. Hati Abraham terarah kepada Allah dalam kepercayaan, ketaatan dan penyerahan yang tetap. Abraham mendengar dan melakukan yang Tuhan perkatakan dalam kehidupannya.
  2. Allah melihat sikap hati Abraham yang beriman dan Allah memperhitungkan hal itu sebagai kebenaran. Allah mengadakan perjanjian dengan Abraham, dengan ini Abraham menerima Allah sebagai perisai dan upahnya.

Sekalipun usianya semakin bertambah tua, Abraham tetap percaya kepada Allah, sehingga ia disebut orang benar (ayat 6). Persoalan yang dihadapainya tidak membuatnya menjadi putus asa, namun ia tetap menanti selama 25 tahun sampai penggenapan lahirnya Ishak. Dalam Lukas 13:31-35, Teladan iman juga ditunjukkan Tuhan Yesus ketika orang farisi berusaha mengusir Tuhan Yesus secara tidak langsung dari Yerusalem, namun Tuhan Yesus dengan sikap ketegasan dan keberanian tetap berkarya menyelesaikan tugasnya untuk menyatakan keselamatan bagi dunia sekalipun diperhadapkan dengan tantangan dan persoalan. Bagaimanakah dengan kita? Sikap seperti apa yang yang kita miliki disaat menghadapi tantangan dan persoalan? Marilah kita meneladani Abraham yang memiliki kepercayaan, ketaatan dan iman kepada Allah serta seperti Tuhan Yesus yang berani berkarya bagi BapaNya sekalipun diperhadapkan dengan persoalan. Kiranya Tuhan Yesus memampukan kita untuk tetap beriman ditengah persoalan hidup kita. Amin. (DA)