IKUTILAH TELADAN TOKOH IMAN, SAAT HIDUP PENUH PERSOALAN

Bahan Bacaan : Kejadian 15:1-18

 

Pengalaman menunggu kelahiran adalah pengalaman yang membangun kesabaran dalam diri setiap orangtua. Selama 9 bulan dikandung, ditambah beberapa hari menjelang kelahiran membuat hati setiap orang tua harap harap cemas. Di sisi lain, juga ada pasangan yang harap harap cemas menanti hadirnya buah hati, segala cara dan tindakan medis dilakukan demi hadirnya buah hati di dalam kandungan.

Perasaan Abraham mungkin tidak jauh berbeda dengan contoh-contoh di atas. Abraham dan Sara harap harap cemas. Tuhan memberi janji kepada Abraham, “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar” (Kej 12:2). Namun, setelah tahun-tahun berlalu, Abraham mempertanyakan bagaimana mungkin janji itu terpenuhi tanpa adanya seorang anak laki-laki, apalagi usia yang sudah tua (kej 15:2). Namun, Allah kembali meyakinkan Abraham bahwa anak kandung Abraham yang akan menjadi ahli warisnya.

Allah begitu memahami persoalan yang tengah dihadapi Abraham dan melakukan perkara dalam kehidupannya.  Iman dan kebenaran dinyatakan melalui kehidupan Abraham karena :

  1. Hati Abraham terarah kepada Allah dalam kepercayaan, ketaatan dan penyerahan yang tetap. Abraham mendengar dan melakukan yang Tuhan perkatakan dalam kehidupannya.
  2. Allah melihat sikap hati Abraham yang beriman dan Allah memperhitungkan hal itu sebagai kebenaran. Allah mengadakan perjanjian dengan Abraham, dengan ini Abraham menerima Allah sebagai perisai dan upahnya.

Sekalipun usianya semakin bertambah tua, Abraham tetap percaya kepada Allah, sehingga ia disebut orang benar (ayat 6). Persoalan yang dihadapainya tidak membuatnya menjadi putus asa, namun ia tetap menanti selama 25 tahun sampai penggenapan lahirnya Ishak. Dalam Lukas 13:31-35, Teladan iman juga ditunjukkan Tuhan Yesus ketika orang farisi berusaha mengusir Tuhan Yesus secara tidak langsung dari Yerusalem, namun Tuhan Yesus dengan sikap ketegasan dan keberanian tetap berkarya menyelesaikan tugasnya untuk menyatakan keselamatan bagi dunia sekalipun diperhadapkan dengan tantangan dan persoalan. Bagaimanakah dengan kita? Sikap seperti apa yang yang kita miliki disaat menghadapi tantangan dan persoalan? Marilah kita meneladani Abraham yang memiliki kepercayaan, ketaatan dan iman kepada Allah serta seperti Tuhan Yesus yang berani berkarya bagi BapaNya sekalipun diperhadapkan dengan persoalan. Kiranya Tuhan Yesus memampukan kita untuk tetap beriman ditengah persoalan hidup kita. Amin. (DA)

HIDUP DAN MATIKU ADALAH KRISTUS

5Bacaan: FILIPI 1:18-26

Sewaktu saya masih kecil, ada sebuah lomba yang sangat menarik dalam sebuah acara peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang diadakan warga sekitar tempat saya tinggal, namanya “Lomba pertandingan sepeda”. Menarik karena pemenang dalam permainan ini adalah peserta yang paling akhir mencapai finish. Setiap peserta akan mengayuh sepedanya dengan sangat pelan namun yang kakinya menyentuh tanah dinyatakan gugur sehingga mereka berusaha menjaga keseimbangan sepedanya agar tidak jatuh walaupun dengan kayuhan yang pelan. Ada yang sengaja berputar-putar hanya demi menunda mencapai garis finish. Continue reading