SEMELEH

Pada hari Sabtu, 27 Januari 2018 terjadi penembakan brutal di Marshall County High School, Kentucky, Amerika Serikat, yang membuat belasan siswa terluka parah dan dua siswa meninggal dunia. Preston Cope (15 tahun) adalah salah satu dari belasan remaja yang menjadi korban tindakan kejam tersebut. Ayahnya (Brian Cope) segera bergegas ke sekolah ketika mendengar berita penembakan ini. Ketika mendapati bahwa putranya terluka sangat parah dan dalam kondisi yang sangat kritis (terkena tembakan di kepala), Brian berkata demikian kepada wartawan “Kami bisa saja mendapat banyak halangan untuk dapat sampai di sini dengan segera. Namun dengan kasih karunia Tuhan, kami bisa sampai tepat waktu untuk mendampingi putra kami sampai nafas terakhirnya dan mengatakan padanya bahwa dia adalah anak yang baik dan bahwa Tuhan mengasihinya.” Preston Cope meninggal dunia dikelilingi keluarga yang mengasihinya. Continue reading

HIDUP DALAM KESEDERHANAAN

Bacaan: KELUARAN 16:1-36

Dalam sebuah obrolan santai dengan beberapa teman, ada seseorang diantara mereka yang melontarkan pertanyaan, “Apa perasaan yang paling sulit menurut kalian untuk dikendalikan?” Jawabannya beragam, tetapi ada satu jawaban yang saya rasa menarik, yaitu rasa cukup. Saya rasa apa yang ia katakan itu benar, apalagi di dunia sekarang yang akan dengan mudah membuat kita menjadi masyarakat konsumtif. Ada begitu banyak kebutuhan yang tiba-tiba dianggap sangat penting untuk dimiliki, tidak bisa tidak, dan banyak diantaranya bukan karena fungsi atau kegunaannya melainkan karena gengsi. Continue reading

KEMULIAAN TUHAN MEMULIHKAN KEHIDUPAN

Bacaan: 2 PETRUS 1:16-21

Hari ini kita memasuki minggu transfigurasi, peristiwa dimuliakan-Nya Yesus di atas gunung sekaligus tanda bahwa kita segera memasuki masa pra paska. Kemuliaan Kristus sejujurnya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kita tak bisa menggambarkan bagaimana rasanya berhadapan dengan Sang Mahamulia. Kita hanya dapat berimajinasi lewat beberapa peristiwa perjumpaan manusia seperti Musa, Yesaya, dan Saulus dengan Allah. Musa tak tahan berhadapan dengan kemuliaan Allah (Keluaran 33). Yesaya sangat ketakutan ketika melihat Allah (Yesaya 6). Saulus rebah ke tanah dan mengalami kebutaan beberapa hari saat berhadapan dengan kemuliaan Kristus (Kisah 9). Bagaimana dengan para murid? Mereka pun mengalami ketakutan yang sama saat berhadapan dengan Bapa (Matius 17). Continue reading

HIDUP BENAR DI HADAPAN ALLAH

Bacaan: Matius 5 : 1 – 12
Bagi orang yang mencari dan haus pada kehendak Allah dalam hidupnya, ia tidak akan pernah merasa cukup dan puas dalam menggeluti Firman Allah. Setiap perjumpaannya dengan semua hal dalam hidupnya akan selalu membawanya dalam refleksi batin yang dalam tentang sebuah pertanyaan adakah aku sudah hidup benar di hadapan Allah?

Continue reading