MENJADI GEREJA YANG APRESIATIF

Photo by adam morse on Unsplash

Pada bulan Agustus ini, GKI Coyudan tepat berusia 70 tahun. Disadari atau tidak, sudah ada berbagai macam pelayanan yang dikerjakan, sudah ada banyak kemajuan baik secara kuantitas maupun juga kualitas. Namun, di sisi yang lain kita juga menyadari bahwa masih ada hal-hal yang harus diperbaiki.

Nasehat Rasul Paulus dalam 1 Tesalonika 5 : 12-15 penting untuk kita dengarkan dan lakukan supaya gereja semakin bertumbuh dan semakin menjadi berkat baik ke dalam maupun keluar.

Pertama, Rasul Paulus mengingatkan untuk menghormati dan menghargai saudara-saudari kita yang memberi diri sebagai pelayan di dalam kehidupan berjemaat. Bagaimana caranya? Dengan cara mengingat mereka dalam doa dan menjunjung mereka dalam kasih.

GKI Coyudan bertumbuh dan berkembang dan ada banyak orang yang dipakai oleh Tuhan untuk berperan dalam kemajuan dan perkembangan gereja-Nya. Marilah kita saling menghormati, saling menghargai, dan menjunjung dalam kasih. Siapapun mereka dan bagian apapun yang mereka lakukan, tidak ada yang tidak penting dan tidak ada yang paling penting. Semua saling membutuhkan dan saling memperlengkapi.

Kedua, Rasul Paulus mengingatkan kita juga untuk saling memperhatikan, saling membangun, saling menguatkan dan menghibur, sehingga kita bersama bertumbuh di dalam Tuhan. Biarlah di usia yang ke-70 ini GKI Coyudan semakin diperlengkapi untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Marilah kita saling menghormati, saling mengasihi, saling melayani. Kiranya kita semakin memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap sesama kita. (MS)

DITOLONG UNTUK MENOLONG

Image by Rémi Walle on unsplash

“Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan, dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.” (2 Kor 8 : 15)

Ada pepatah mengatakan, “Orang tidak akan jatuh miskin karena menolong orang lain.” Pepatah itu ingin mengungkapkan bahwa menolong orang lain merupakan perbuatan baik yang tidak akan merugikan. Justru menolong memberikan dampak positif, baik bagi si penolong maupun yang ditolongnya. Seseorang yang suka menolong, biasanya pada saat dia mengalami kesulitan juga akan ditolong oleh orang lain. Continue reading

DIPANGGIL UNTUK INDONESIA

Baru saja kita memperingati hari ulang tahun ke–29 penyatuan Gereja Kristen Indonesia. Dari gereja suku menjadi gereja Indonesia. Dari tiga gereja menjadi satu gereja. Dari keberagaman menjadi satu dengan semangat Tubuh Kristus. Ada hal yang menarik dari sejarah panjang GKI ini yaitu perubahan nama dari Tiong Hoa Ki Tok Kauw Hwee menjadi Gereja Kristen Indonesia. Konon katanya sempat ada usulan menambahkan imbuhan ‘di’ sehingga menjadi Gereja Kristen di Indonesia. Setelah dipikirkan maka kata ‘di’ dihapuskan dengan memaknai bahwa GKI bukan hanya berpijak di Indonesia, tetapi mau menjadi kontekstual. Sederhananya GKI menyadari panggilannya untuk menyatakan damai sejahtera, kasih, keadilan, dan kebenaran bagi Indonesia. Continue reading

ROH KUDUS BAGI UMAT DALAM PELAYANAN KRISTUS

Bacaan: Kisah Para Rasul 2: 1-21

Hari raya Pentakosta bagi orang Yahudi biasa dikenal sebagai hari raya Tujuh Minggu, dimana mereka merayakan ucapan syukur atas pencurahan berkat Tuhan di masa panen raya dengan berkumpul bersama di Yerusalem dan membawa persembahan hasil panen. Pentakosta adalah juga perayaan atas turunnya hukum Taurat, sebagai tanda tatanan kehidupan baru di dalam Tuhan setelah pembebasan umat Israel dari bangsa Mesir. Bagi orang Yahudi, Pentakosta memiliki makna pencurahan berkat atas hasil panen, sekaligus berkat spiritual atas diterimanya hukum Tuhan. Continue reading