JARKONI

Suatu hari anak kami yang berusia 5 tahun bertanya kepada saya “Kenapa kalau Papa boleh main handphone sambil tiduran, kalau saya ga’ boleh, Ma?” ketika memperhatikan Papanya melihat handphone sambil tiduran. Lalu saya menjawab “Iya, seharusnya memang tidak boleh, sana kamu bilang ke Papa kalau tidak boleh lihat handphone sambil tiduran, nanti matanya sakit”.

Kita sebagai orangtua masih seringkali jatuh di area ini. Kita menjadi orangtua yang JARKONI (iso ujar ra iso nglakoni) – bisa atau bahkan fasih memberi pengajaran (atau nasihat) namun kita sendiri tidak melakukan apa yang kita ajarkan. Kita menasehati anak untuk rajin berdoa dan membaca Alkitab, namun kita sendiri jarang melakukannya. Kita menasehati anak untuk murah hati, namun ketika melihat teman atau saudara yang memerlukan, kita hanya berdiam diri. Kita menasehati anak untuk menjadi pribadi yang jujur, namun kita mudah sekali berbohong. Continue reading

PEMULIHAN DIMULAI DARI KETERBUKAAN MENERIMA FIRMAN-NYA

Bacaan : NEHEMIA 8:1-10

Kitab Nehemia mencatat masa-masa ketika orang Yahudi kembali ke negeri mereka setelah pembuangan di Babel dan Persia. Mereka kembali ke Yerusalem yang telah hancur. Nehemia, yang hidup sezaman dengan Ezra, atas kuasa Raja Artahsasta pergi ke Yerusalem untuk menjadi gubernur dan membangun kembali tembok-tembok kota. Ia mengerahkan orang-orang sebangsanya untuk membangun kembali seluruh tembok kota dalam 52 hari saja sekalipun terjadi pertentangan yang gigih. Continue reading

TELADANKAN FIRMAN-KU

28Bacaan: LUKAS 2:41-52

Seseorang pernah berkata, “Jika anak tidak dididik untuk mengikut Tuhan, maka dunia akan mendidik anak-anak untuk mengikutinya.” Pernyataan ini menjadi semacam alarm bahwa kita sebagai orang dewasa ditantang untuk tetap mendidik anak-anak untuk hidup sesuai dengan apa yang Tuhan firmankan kepada kita, bukannya membiarkan mereka terlena dalam hal-hal duniawi.

Mari kita merenung sejenak tentang kehidupan rohani keluarga kita. Berapa banyak keluarga yang telah memperkenalkan anak-anak kepada Tuhan sejak mereka dini? Berapa banyak orangtua yang mendidik anak-anak untuk beribadah kepada Tuhan lewat saat teduh setiap hari? Berapa banyak keluarga yang selalu mendorong anak-anak untuk ikut sekolah minggu, persekutuan remaja, persekutuan pemuda, bahkan kebaktian? Berapa banyak keluarga yang selalu mengajarkan anak-anak untuk menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan mereka? Continue reading

TELINGA MENDENGAR, MATA MELIHAT, TETAPI HATI MENEBAL

16Bacaan: KISAH PARA RASUL 28:23-31

Pernahkah anda mendengarkan khotbah dan merasa tersindir dengan isinya? Pernahkah ada membaca renungan harian dan merasa ditelanjangi keburukan-keburukan anda? Atau pernahkah anda mendengar kesaksian seseorang yang berdosa dan kesalahannya sangat mirip dengan anda? Jika iya, kira-kira apa yang akan anda lakukan setelahnya? Apakah anda tidak lagi mau mendengarkan khotbah pendeta tersebut? Apakah anda akan meletakkan renungan harian itu dan membuangnya kemudian? Apakah anda akan menganggap bahwa orang yang sedang bersaksi tadi pastilah secara sengaja sedang menyindir dan mempermalukan saudara? Continue reading