KALAHKAN TAKUT, JADILAH BERKAT

Pada suatu sore, hujan turun dengan sangat lebat. Saya berada di dalam mobil yang sedang melaju kencang membelah hujan yang begitu derasnya itu. Segala sesuatu di luar mobil tampak hanya seperti bayangan yang bergerak-gerak tanpa makna. Hingga mata saya terpaku pada sebuah pemandangan yang hingga kini tidak saya lupakan.

Ada sesosok Kakek yang duduk di tepi trotoar, sendirian, tanpa payung ataupun sesuatu yang melindungi tubuhnya dari terpaan angin dan hujan. Basah kuyup dan tentunya kedinginan. Hati saya tergerak oleh pemandangan itu, namun cukup hanya tergerak saja. Saya tidak melakukan apa-apa. Dan begitu sesosok Kakek yang kedinginan itu hilang dari pandangan, barulah mata saya basah oleh air mata. Bukan, bukan air mata karena kasihan, namun air mata penyesalan, air mata yang menangisi diri saya sendiri. Seorang manusia yang bisa dengan egoisnya menikmati kenyamanan. Continue reading