BERBALIK DALAM DAMAI

Photo by Ben White on Unsplash

LUKAS 3: 1-6

Menanti atau menunggu adalah suatu keadaan yang bisa dimaknai dengan berbagai cara dan melibatkan perasaan yang berbeda-beda, tergantung dari apa atau siapa yang dinantikan. Dalam masa-masa penantian ada orang yang berusaha mempersiapkan diri dan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Tetapi ada pula yang bersantai ria dan tidak terlalu peduli tentang siapa yang akan datang atau apa yang akan terjadi. Ada yang hanya berdiam diri saja dan tidak tahu mau melakukan apa. Bahkan juga ada yang terlalu bersukacita hingga sangat sibuk menyiapkan ini dan itu tetapi lupa menyiapkan diri sendiri.

Continue reading

MERAWAT TUNAS DAMAI

Photo by Sunyu on Unsplash

YEREMIA 33 : 14-16

Kedamaian adalah dambaan setiap orang. Akan tetapi situasi di sekitar kita menunjukkan hal yang berbeda. Peperangan dan penindasan masih terjadi di mana-mana. Bahkan ada yang berpikir, kedamaian dapat dicapai melalui peperangan. Dalam lingkup yang kecil, banyak terjadi penindasan dan kesewenang-wenangan terhadap yang lemah. Dalam situasi seperti ini, seringkali membuat kita skeptis dan lalu mengatakan, kedamaian itu sulit diwujudkan di tengah dunia yang berdosa ini.

Continue reading

KERAJAAN-KU BUKAN DARI DUNIA INI

“Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran.”

Yohanes 18: 37b

Saat berhadapan dengan Pilatus, kesaksian Tuhan Yesus mengenai siapa diri-Nya sangat jelas. Yesus mengatakan, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika KerajaanKu dari dunia ini, pasti hamba-hambaKu telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”

Yesus bukanlah raja dunia seperti yang dimengerti oleh Pilatus. Kerajaan Yesus adalah kerajaan kebenaran. Kerajaan kekal yang tidak akan lenyap. Barangsiapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan binasa karena ia akan memperoleh hidup yang kekal. Dan, setiap orang yang berasal dari kebenaran, mendengar suara Yesus.

Apa perbedaan kerajaan yang dimaksudkan oleh Pilatus (dunia) dan yang
dimaksudkan oleh Tuhan Yesus (kebenaran)? Kerajaan kebenaran seperti yang dikatakan Tuhan Yesus memiliki nilai-nilai yang berbeda dari dunia. Apabila dunia menjalankan pemerintahan dengan nilai-nilai tangan besi, kekerasan, dan kekuasaan, maka kerajaan kebenaran berisi nilai-nilai kasih, pelayanan, dan kerendahan hati. Nilai-nilai kerajaan inilah yang ditaburkan di dalam dunia seperti sebuah benih, melalui kehidupan dan pelayanan Tuhan Yesus.

Barangsiapa yang percaya dan mengimani Yesus adalah Raja, maka benih
(firman Allah) yang ditaburkan dalam hidupnya akan tumbuh subur dan menghasilkan buah berlipat-lipat. Hidupnya akan penuh dengan kasih seperti yang telah diteladankan Sang Raja, yaitu Yesus Kristus. Setiap orang yang mengaku Yesus adalah Raja, maka dia harus hidup dalam kebenaran Allah. Dia harus menempatkan Yesus sebagai Raja dalam seluruh aspek kehidupannya.

Minggu ini adalah Minggu Kristus Raja. Kita diingatkan akan kasih Allah melalui Yesus Kristus yang bertahta atas seluruh kehidupan kita. Yesus yang telah mengurbankan diri-Nya sebagai tebusan dosa-dosa kita. Yesus yang telah menyucikan kita dari segala kejahatan sehingga kita menjadi orang-orang yang dibenarkan karena iman percaya kita.

Oleh karena itulah, hidup kita harus memperlihatkan bahwa kita adalah orang-orang yang hidup dalam kebenaran. Orang-orang yang selalu mendengar suara-Nya. Kita bukan warga kerajaan dunia, tetapi warga Kerajaan Allah, yang bukan dari dunia ini. Karena raja kita adalah Yesus Kristus. Mari, persiapkan hati kita untuk menyambut peringatan akan kelahiran-Nya di bumi ini. Selamat menghayati Minggu Kristus Raja.
Selamat menyambut Minggu Adven. Amin. (SS)

BERJAGA DALAM PENGHARAPAN

Bacaan: MARKUS 13: 24 – 37

Bagi para penggemar sepakbola pasti masih mengingat kejadian di Piala Eropa tahun 2004. Ya! Pada gelaran kejuaraan sepakbola paling bergengsi tersebut yang menjadi juara adalah Yunani, sebuah negara yang sama sekali belum pernah terdengar prestasinya di kancah persepakbolaan. Yunani berhasil menerapkan strategi super defensif (pertahanan super) yang membuat lawan sekelas Italia, Spanyol, Portugal, dan Perancis tidak berkutik untuk mencetak gol, sambil sekali waktu melancarkan serangan balasan yang terbukti efektif. Pada akhirnya Yunani berhasil menjadi juara bak cerita dongeng. Apa yang menjadi kunci keberhasilan Yunani? Ya, kedisiplinan dalam menerapkan strategi bertahan tadilah yang membuat mereka berhasil. Setiap individu dalam tim ditugaskan untuk selalu berjaga-jaga, memastikan lawan dan bola tidak melewati mereka, sehingga tidak kecolongan kemasukan gol. Continue reading