KELUARGA YANG MEMBAWA KEADILAN

Photo by Mike Scheid on Unsplash

Amos 5 : 6-7; 10-15

Amos yang berasal dari Tekoa, sebuah desa kecil di selatan Yerusalem. Ia
adalah seorang peternak domba (Am 1 : 1), bukan berasal dari golongan nabi ataupun imam. Namun demikian, Tuhan memanggil dia yang dari kalangan rakyat awam untuk menyerukan suara-Nya. Apa yang hendak disampaikan Tuhan melalui Amos? Dalam bacaan kita, Tuhan menegur keras bangsa Israel yang sangat banyak kejahatannya yang berupa merendahkan keadilan dan membuang kebenaran, menginjak orang yang lemah, mengambil gandum, menekan orang benar, menerima suap, menyingkirkan orang miskin, dan sebagainya (Am 5 : 11-12).

Kejahatan-kejahatan Israel ini dikontraskan dengan perintah Tuhan untuk mencari-Nya – ”Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup” (Am 5 : 6). Paralel denganayat ini adalah ayat 14, “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup.” Jadi dapat dikatakan bahwa mencari Tuhan sama artinya dengan mencari yang baik. Karena Tuhan adalah sumber kebaikan, maka ketika kita mencari Tuhan, kita juga sedang mencari kebaikan. Tentu saja dalam mencari Tuhan, kita akan selalu bertolak belakang dengan kejahatan, seperti halnya kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh Israel.

Sedikit menyinggung di perikop setelahnya (Am 5 : 21-24), di sana diungkapkan bahwa Tuhan membenci ibadah mereka yang sepertinya ada perayaan, ada persembahan, ada nyanyian tetapi hati mereka jauh dari keadilan. Di ayat 24 ditekankan apa sebenarnya yang diinginkan Tuhan. “Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.” Ya, Tuhan ingin agar ketika mereka mencari Tuhan melalui ibadah mereka, mereka juga kerjakan itu dalam kehidupan mereka, yakni kebaikan, kebenaran, dan keadilan.

Di bulan keluarga ini, kita juga diingatkan bahwa dalam kehidupan berkeluarga yang mencari Tuhan, itu berarti kita juga harus mengerjakan kebaikan, kebenaran, serta keadilan. Keluarga yang beribadah kepada Tuhan memang penting, tetapi yang dikehendaki Tuhan tidaklah cukup hanya sekedar sampai beribadah saja, melainkan juga mengerjakan keadilan itu dalam kehidupan keluarga kita.

Tantangan dunia saat ini sangatlah berat untuk dihadapi keluarga-keluarga kita. Keadilan yang seharusnya diperjuangkan oleh anak-anak Tuhan harus bertubrukan dengan semangat zaman ini yang menekankan egoisme(mementingkan diri sendir), materialisme (mementingkan kekayaan materi), hedonisme (mementingkan kepuasan kesenangan). Namun demikian, Tuhan yang akan berikan kekuatan dan kemampuan bagi setiap keluarga yang mau mengerjakan panggilan membawa keadilan dan menyuarakan suara Tuhan seperti Amos, Sang penggembala domba yang berani menyuarakan kebenaran suara Tuhan. Mari kita bawa keluarga kita masing-masing kepada Tuhan agar terus diberikan kekuatan untuk setia menyuarakan suara keadilan-Nya dan mengerjakan panggilan di dunia ini. Amin. (YEP)