TEMA PELAYANAN 2023

“KOMUNITAS YANG MENGANDALKAN TUHAN DALAM HIDUP SYUKUR DAN BERBAGI”

DASAR PEMIKIRAN

  1. Kehidupan yang berjalan di sepanjang tahun 2022 dengan segala dinamika perubahan dan proses adaptasi hidup yang tidak mudah di segala sisi kehidupan (kesehatan, ekonomi, budaya dll) membuat kita sadar bahwa hanya dengan mengandalkan Tuhan sajalah kita dapat tiba di hari ini. Dengan landasan ini maka kita dapat tetap menjalani hidup di tahun 2023 dengan segala tantangannya dengan memegang teguh pada Kasih Setia Tuhan.

  2. Dengan hidup yang mengandalkan Tuhan, maka setiap tantangan hidup yang penuh dengan perubahan di tahun 2023 akan mampu kita hadapi dengan sikap hidup yang penuh dengan syukur. Hidup penuh syukur ini dilakukan dengan tindakan berbagi hidup satu dengan yang lain, sehingga terciptalah kekuatan komunitas bersama yang saling menolong dan menopang dalam menghadapi tantangan hidup ke depan.

 

LANDASAN TEOLOGIS

KISAH PARA RASUL 2: 41-47

Kehidupan jemaat perdana yang dibentuk oleh para rasul setelah Tuhan Yesus naik ke surga, adalah contoh dari kehidupan ideal sebuah komunitas gereja. Mereka memperlihatkan dua hal yang penting sebagai komunitas murid-murid Kristus.

  1. Sikap yang mau terus menerus belajar mengandalkan Tuhan dalam keinginan untuk selalu belajar serta bertekun pada pengajaran para rasul yang bersumber dari pengajaran Kristus sendiri (ayat 42).

  2. Sikap di atas diikuti dan berbanding lurus dengan sikap hidup yang mau saling memberi dan berbagi apa yang menjadi milik mereka menjadi milik bersama. Sebuah sikap yang lahir dari kasih, kepedulian, relasi yang hangat, dan tanpa pamrih.

 

TUJUAN

  1. Umat memiliki sikap iman yang kuat yaitu mengandalkan Tuhan, di tengah tantangan hidup di tahun 2023.

  2. Umat memiliki kesadaran dan pola hidup yang saling membantu satu sama lain sebagai ungkapan syukur atas pemeliharaan Tuhan.

 

NILAI-NILAI DALAM TEMA PELAYANAN

  1. Iman

  2. Bersyukur

  3. Peduli

  4. Berbagi