AKSI BULAN MISI REMAJA PEMUDA GKI COYUDAN 2017

Pada bulan September 2017, GKI Coyudan mengadakan bulan misi dengan tema “DIPANGGIL UNTUK INDONESIA”. Sebagai bagian dari acara ini, Komisi Remaja Pemuda juga mengadakan beberapa aksi nyata dan anggota jemaat dapat ikut berpartisipasi. Di bawah ini adalah beberapa di antaranya:

This slideshow requires JavaScript.

Dalam rangka Bulan Misi 2k17, kami dari panitia mengadakan penggalangan Dana Misi dalam bentuk penjualan Kaos dan Totebag ūüėä
Pilihan kaos terdiri dari 2 warna dengan bahan combed 30s seharga Rp 65.000,- (ukuran di atas XL +Rp 5.000,-).

Untuk Totebag seharga Rp 25.000,- dengan ukuran 35cm x 40cm, bahan kain blacu.

Dana yang terkumpul akan disumbangkan ke GKJ Giri Kinasih Wonogiri dalam bentuk barang. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ukuran kaos, atau apapun, bisa menghubungi:

CP: Daniel Adi
Sms/Telp: 089673199098
WA: 089654109714
Line: das1909

GKI BERKARYA DALAM KEBERAGAMAN

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu¬†mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hitup, yang kudus dan yang berkenaan kepada¬†Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. ‚Äď Roma 12:1

Apa yang dimaksud dengan ibadah yang sejati? Apakah terlihat dari seringnya datang ke gereja?¬†Dengan memberi persembahan rutin dalam jumlah yang banyak? Ibadah sejadi bukan hanya melakukan¬†tingkah laku agama, melainkan kehendak Allah yang difirmankan-Nya dengan segenap hidup. Karenanya¬†Paulus menuliskan “mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup” yang berarti¬†menyediakan, membawa, dan menyerahkan dengan tulus kepada Allah dengan takut dan hormat.¬†Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan kepada Allah harus dalam tiga aspek yaitu: Hidup,¬†kekudusan dan Berkenaan kepada Allah. Pertama. Hidup berarti tidak mati, melainkan dapat bergerak¬†dan bertindak, aktif dengan penuh kekuatan. Kedua. Kudus berarti suci dalam tubuh, moral dan rohani.¬†Ketiga. Berkenaan berarti menyenangkan, dapat di terima, baik, berhubungan dengan hasil dan¬†motifasi. Continue reading

KEMURAHAN HATI MENGALAHKAN EGO DIRI

Bacaan: Matius 15:10-28

“Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian,¬†sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15:19)

Seorang rekan saya pernah membuat ilustrasi yang menarik dalam sebuah acara di komisi pemuda. Ia menyiapkan dua baskom berisi air dengan ukuran yang satu lebih besar daripada yang lain. Kemudian ia mengambil garam dengan takaran yang sama persis dan memasukkannya ke baskom. Garam kemudian diaduk sampai larut. Saat itu, ia meminta seorang teman untuk mencicipi air garam di kedua baskom itu. Teman ini pun berkomentar bahwa di baskom yang kecil, air terasa asin, namun tawar di baskom yang kedua. Hal ini terjadi karena volume air di baskom besar lebih banyak sehingga garam yang terlarut di dalamnya hampir tak terasa. Continue reading

ORANG PERCAYA YANG MEMPERCAYAKAN HIDUPNYA KEPADA TUHAN

Bacaan: Matius 14: 22-33

Perjalanan hidup manusia di dunia ini sering digambarkan seperti perahu atau kapal di lautan. Terkadang begitu tenang terkadang juga harus menghadapi badai dan gelombang, sama seperti perahu murid-murid Tuhan Yesus yang diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal. Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus pada saat hidup kita diperhadapkan dengan gelombang dan badai? Continue reading