HIDUP KUDUS DENGAN MENGASIHI

Bacaan: Matius 5 : 38-48

Mengapa Yesus turun dari sorga, masuk dunia g’lap penuh cela.

Berdoa dan bergumul dalam taman, cawan pahit pun dit’rima-Nya.

Mengapa Yesus menderita didera, dan mahkota duripun dipakai-Nya.

Mengapa Yesus mati bagi saya? Kasih-Nya ya kar’na kasih-Nya.

Pujian dari NKB 85 ini bercerita tentang Kasih Allah kepada manusia melalui kesediaan Tuhan Yesus datang kedunia untuk menderita bahkan mati demi menanggung dosa manusia. Pujian ini sering kita nyanyikan seiring dengan kasih yang kita perbincangkan, tetapi benarkah kita sudah mampu mengasihi orang lain dengan benar seturut kehendak Tuhan? Seringkali entah sadar atau tidak, kita telah pilih-pilih dalam mengasihi orang lain. Mudah untuk mengasihi orang yang sering berbuat baik kepada kita, orang yang mungkin memberi keuntungan secara materi, orang kaya dan terhormat, tetapi bagaimana dengan mengasihi sesama yang miskin, orang-orang yang tersingkirkan, mereka yang memusuhi dan bahkan membenci kita? Continue reading

KASIH KRISTUS: KEKUATAN BARU UNTUK VISI YANG BARU

Bacaan: Kisah Rasul 16:9-15

Kita sering mendengar istilah visi-misi. Baik itu di lingkup pekerjaan, organisasi, bahkan dalam pelayanan gerejawi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan visi? Visi adalah sesuatu yang kita lihat dan inginkan untuk terjadi di masa depan. Visi adalah impian (dream) kita, cita-cita yang hendak kita capai. Dalam konteks sekuler, visi menggambarkan apa yang hendak dicapai oleh organisasi tersebut di masa mendatang, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, dan seterusnya. Biasanya visi dibuat oleh pemimpin/ nakhoda perusahaan yang mengarahkan dan menggerakkan seluruh elemen organiasinya menuju visi tersebut. Misi adalah cara atau langkah-langkah yang diambil dalam rangka mencapai visi tersebut. Continue reading

KASIH KRISTUS: PENOPANG BAGI YANG LEMAH

Ketika kita menjadi pengikut Kristus, artinya kita menjadi domba-domba-Nya. Domba selalu mendengarkan dan mengikuti Sang Gembala, yaitu Kristus sendiri. Sang Gembala inilah yang menjadi sumber andalan bagi domba. Andalan dalam mencari jalan. Andalan dalam mencari makanan dan minuman. Andalan dalam menghadapi bahaya.

Satu hal pertama yang harus disadari si domba adalah fakta bahwa dia lemah dan perlu senantiasa bersandar kepada Gembalanya untuk hidup. Semangat inilah yang kita harus hayati dalam kehidupan kita, bahwa kita ini lemah dan membutuhkan kasih Kristus sebagai andalan dan penopang bagi kehidupan kita. Kita tidak boleh merasa mampu untuk menjalani kehidupan kita sendiri. Tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi dalam hidupnya di masa depan. Hidup kita seperti uap, yang sebentar saja lenyap (Yakobus 4:14). Continue reading

KASIH KRISTUS: PEMBARU HIDUP

Bacaan kita dari Kisah Para Rasul 9 : 1 – 20, menyaksikan tentang pertobatan Saulus dan bagaimana Kristus telah mengubahkan hidupnya. Saulus adalah seorang Farisi yang sangat taat beragama yahudi, dia juga sangat giat dan memiliki semangat berkobar-kobar untuk melakukan penganiayaan terhadap murid-murid dan para pengikut Kristus. Karena begitu besarnya keinginan Saulus untuk membunuh orang-orang percaya, maka dia sampai melegalkan perbuatannya dengan meminta surat kuasa dari  Imam Besar untuk dibawa ke Damsyik supaya jika ia menemukan laki-laki atau perempuan pengikut Kristus akan ditangkap dan dibawa ke Yerusalem. Namun ketika dalam perjalanan menuju Damsyik, Saulus berjumpa dengan Yesus dalam penghilatannya berupa cahaya  memancar dari langit. Penghilatan itu membuat Saulus rebah dan tidak dapat melihat selama tiga hari. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus telah mengubah hidup Saulus dari seorang yang sangat jahat menjadi orang yang dipakai  Allah menjadi alat-Nya. Saulus yang kemudian berganti nama menjadi Paulus menjadi pemberita Injil dan menulis banyak surat dalam Perjanjian Baru.

Continue reading