Meja yang Tergores


Photo by John Mark Arnold on Unsplash

Mazmur 37: 1-11

Di kamar tidur kami terdapat sebuah meja putih yang selalu dipakai istri saya untuk bekerja. Saya ingat betul ketika saya mulai merakitnya (saat itu kami belum menikah), meja tersebut masih dalam kondisi mulus, putih bersih. Tahun-tahun berlalu, goresan demi goresan mulai muncul, bercak cat lukis di beberapa titik terlihat jelas. Di sudut lain, terlihat lapisan debu tipis. Meskipun rutin dibersihkan, akan selalu muncul hal baru yang kadang bisa dihapus, kadang juga tidak. Kini, meja itu sudah berubah banyak. Ia tak pernah sama lagi.

Continue reading

Jalan Orang Benar atau Fasik?

Photo by Hayden Walker on Unsplash

“Di dalam dunia ada dua jalan
lebar dan sempit, mana kau pilih?
Yang lebar api, jiwamu mati
tapi yang sempit hidup bahagia”

Demikian lirik lagu yang pernah kita nyanyikan dulu waktu sekolah minggu atau mungkin sampai sekarang masih kita dendangkan. Syair lagu ini mengingatkan bahwa kepada setiap orang diperhadapkan pilihan jalan hidup. Setiap pilihan tentu memiliki konsekuensi masing-masing. Apa yang dikatakan oleh lagu itu tidak jauh berbeda dengan apa yang tertulis di Mazmur 1 : 1-6.

Continue reading

Susahnya Aku Taat


Photo by Nastuh Abootalebi on Unsplash

Ada lagu Sekolah Minggu yang demikian liriknya :
“Susahnya aku taat, lebih mudah ‘ku tidak taat.
Susahnya ‘ku diatur, lebih mudah ‘ku mengatur.
Pilih yang mana? Yang mana?
Yang membuatku senang?
Kupilih taat, mau diatur, wajah Tuhan tersenyum”

Continue reading

KASIH MENYEMPURNAKAN PANGGILAN KITA


Photo by Benjamin Davies on Unsplash

Yeremia 1 : 4-10; 1 Korintus 13 : 1-13

Bagi kebanyakan orang, merespon panggilan Tuhan biasanya menjadi pergumulan tersendiri. Di satu sisi sebagai orang percaya kita merindukan untuk turut mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan di dunia ini. Di sisi lain, kita menilai diri tidak sempurna dan tidak mampu sehingga menjadi ragu, atau merasa tidak memiliki banyak kesempatan karena disibukkan oleh kebutuhan-kebutuhan kita sendiri. Situasi seperti ini seringkali menjadi hambatan kita mengambil bagian dalam pelayanan.

Continue reading