JARKONI

Suatu hari anak kami yang berusia 5 tahun bertanya kepada saya “Kenapa kalau Papa boleh main handphone sambil tiduran, kalau saya ga’ boleh, Ma?” ketika memperhatikan Papanya melihat handphone sambil tiduran. Lalu saya menjawab “Iya, seharusnya memang tidak boleh, sana kamu bilang ke Papa kalau tidak boleh lihat handphone sambil tiduran, nanti matanya sakit”.

Kita sebagai orangtua masih seringkali jatuh di area ini. Kita menjadi orangtua yang JARKONI (iso ujar ra iso nglakoni) – bisa atau bahkan fasih memberi pengajaran (atau nasihat) namun kita sendiri tidak melakukan apa yang kita ajarkan. Kita menasehati anak untuk rajin berdoa dan membaca Alkitab, namun kita sendiri jarang melakukannya. Kita menasehati anak untuk murah hati, namun ketika melihat teman atau saudara yang memerlukan, kita hanya berdiam diri. Kita menasehati anak untuk menjadi pribadi yang jujur, namun kita mudah sekali berbohong. Continue reading

KELUARGA YANG BERAKSI: BERPADANAN DENGAN KRISTUS

Bacaan: MATIUS 22:1-14

Banyak orang tidak sadar bahwa kekristenan bukan hanya tentang kepemelukan sebuah agama, tetapi lebih dalam dari itu yaitu bagaimana hidup kita berpadanan dengan Kristus; hidup kita pantas untuk menjadi pengikut Kristus/ layak disebut sebagai anak-anak Allah.

Memang mengikuti cara hidup Yesus bukanlah hal mudah, tetapi bukan berarti tidak perlu diusahakan, sebab sesungguhnya menjadi pengikut Kristus adalah sebuah anugerah yang besar, dimana kita dipanggil dalam ketidaklayakan kita untuk dilayakkan melalui angerah keselamatan dalam Kristus. Dalam bacaan injil hari ini, kita semua diundang untuk hadir dalam perjamuan Tuhan, yang perlu kita lakukan adalah berpakaian pantas/ selayaknya; hidup sepantasnya sebagai murid-murid Tuhan/sebagai anak-anak Allah. Continue reading

KELUARGA YANG BERAKSI : MENGOSONGKAN DIRI AGAR DIISI OLEH KRISTUS

Bacaan: FILIPI 2:1-13

Ilustrasi tentang gelas yang kosong, sering dipakai dalam pemberian materi pembelajaran di sekolah atau pelatihan. Seseorang yang datang untuk belajar harus mengosongkan pikirannya seperti gelas yang kosong, sehingga dapat diisi sebanyak-banyaknya dengan pengetahuan yang baru. Jika seseorang yang ingin belajar tetapi merasa sudah memiliki pengetahuan, maka dia ibarat gelas yang sudah berisi air sehingga ketika diisi lagi maka airnya akan tumpah dan tidak berguna. Continue reading

BERBUAH BAGI INDONESIA

Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan salah seorang anak Tuhan yang telah berbuah bagi Indonesia. Pak Ahok telah mencelikkan mata banyak orang bahwa kebenaran dan keadilan itu memang tidak mudah, tetapi HARUS diperjuangkan demi kebaikan kehidupan sebuah bangsa. Seberapapun kesulitan yang harus dihadapi dan beban yang harus dipikul, kebenaran dan keadilan tetaplah patut diperjuangkan. Buah yang dihasilkan bukan tentang karyanya sendiri (apa yang sudah dicapainya), tetapi bagaimana kejujuran dan ketulusannya menjadi teladan bagi banyak orang yang mengharapkan kemajuan bangsa Indonesia. Itu semua dilakukannya sebagai wujud hidup yang meneladan pada Yesus Kristus. Continue reading