KEBANGKITAN YESUS MENGUBAH KETAKUTAN MENJADI DAMAI SEJAHTERA

Photo by Simon Alibert on unsplash

Manusia memiliki rasa takut yang bisa mengancam kehidupan manusia. Takut kehilangan sesuatu dan seseorang yang selama ini dikasihi adalah contoh ketakutan manusia. Seperti para murid kala itu, mereka sedang dilanda ketakutan. Pasca peristiwa salib, rasa takut membuat mereka terancam oleh pemerintahan Romawi dan orang-orang pembenci Yesus kala itu. Itulah kenapa mereka memilih mengunci pintu tempat mereka bersembunyi.

Yesus tahu bahwa murid-muridNya ketakutan. Ia datang ke dalam ruangan yang terkunci itu dan memberi salam damai sejahtera. Salam ini diberikan agar ketakutan mereka diganti oleh damai sejahtera kebangkitan Yesus. Yesus kembali meyakinkan mereka bahwa diri-Nya adalah Yesus yang bangkit dengan menunjukkan bekas paku dan tombak. Continue reading

KEBANGKITAN KRISTUS MENGATASI KECEMASAN

Image by Mohamed Nohassi on unsplash

Bacaan: Markus 16: 1-8

Kecemasan adalah suatu perasaan yang penuh dengan kekuatiran dan ketakutan akan apa yang mungkin terjadi. Rasa cemas biasa dihadapi semua orang dan merupakan respon manusiawi dalam menghadapi situasi sulit. Ada empat tingkat kecemasan dan pada tingkat yang terberat dapat terjadi kehilangan pengharapan, kendali diri, atau hilangnya pikiran rasional dan lain sebagainya. Pada 246 – 210 SM, saking cemasnya, kaisar yang bernama Qin Shi Huang membuat patung berbentuk manusia dan kereta kuda sejumlah 8.099 buah, yang terkenal sebagai tentara/pasukan Terakota untuk menemaninya setelah kematian. Kecemasan yang sangat besar juga pernah dialami oleh Petrus ketika Tuhan Yesus ditangkap dan diadili. Petrus hanya berani mengikuti Yesus dari jauh dan bahkan dia menyangkal dengan mengatakan tidak mengenal Tuhan Yesus yang adalah Guru yang dikasihinya. Continue reading

KEADILAN ATAU KEPENTINGAN

Image from jesusscribbles.files.wordpress.com

Bacaan: Markus 14 : 6–15

Di setiap sudut pengadilan biasanya ada patung Dewi Themis atau dikenal dewi keadilan. Patung adalah sosok perempuan dengan mata tertutup melihat secara objektif, tangan kiri memegang timbangan untuk menimbang yang baik dan salah, sedangkan yang kanan memegang pedang sebagai simbol kekuatan keadilan. Sayangnya, simbol yang baik itu tidak dimaknai dan dihayati dengan baik. Lihat saja keadilan sekarang mudah sekali dipermainkan dengan kepentingan oknum-oknum. Mata keadilan dicolok dengan uang agar buta melihat mana yang benar, timbangan menjadi berat dengan tumpukan hadiah, pedang keadilan menjadi tumpul karena tidak pernah digunakan. Continue reading

MENGIKUT JALAN KEMULIAAN YESUS

Photo by Fabian Irsara on unsplash

Bacaan: Yohanes 12 : 20 – 33

Menempatkan dan mengejar kekayaan, jabatan, dan penampilan sebagai sesuatu yang utama dalam hidup adalah nilai-nilai dunia yang tanpa disadari telah merasuk ke dalam kehidupan sebagian anak-anak Tuhan. Hampir setiap saat dunia menawarkan kegembiraan dan kepuasan melalui media cetak dan elektronik. Banyak orang tidak lagi mau hidup dalam penderitaan, tidak mau hidup susah, tidak mau ketinggalan jaman. Mereka mengejar apa yang disebut oleh dunia sebagai “kemuliaan hidup”; bisa memakai barang-barang bermerek terkenal, dipuja banyak orang bagaikan selebriti, bisa masuk dalam kalangan sosialita menjadi impian banyak orang. Bahkan dalam berita di media cetak ataupun elektronik di sana dikatakan beberapa remaja yang masih dibawah umur rela menjual diri demi untuk mendapatkan handphone merk terbaru. Mereka rela mengorbankan dan melakukan apapun juga demi mendapatkan yang mereka sebut sebagai “kemuliaan hidup”. Sungguh ironis. Kenyataan di atas sungguh bertolak belakang dengan apa yang dilakukan Yesus. Continue reading