Photo by Augustin GZN on Unsplash

Lukas 4 : 1–13

Alkisah ada tokoh yang sakti mandraguna namun jahat. Dia tak terkalahkan dan semakin berkuasa dalam kejahatannya. Hingga akhirnya, sang lakon mendapat penglihatan tentang celah untuk mengalahkan musuhnya itu dengan menyerang titik kelemahannya di bagian tumit kaki sebelah kiri. Dan benar, sang lakon hanya fokus untuk menyerang tumit kaki sebelah kiri, sehingga pada akhir cerita sang lakon dapat mengalahkan tokoh sakti yang jahat itu.

Adalah bahaya ketika kelemahan kita diketahui oleh musuh karena dia akan sangat mudah mengalahkan kita. Dalam perjuangan iman, harus kita sadari dulu bahwa kita punya musuh yang bukan sembarang musuh. I Petrus 5: 8 memberikan peringatan bahwa musuh kita adalah iblis yang seperti singa mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Seperti singa yang tidak akan mengalihkan pandangannya dari sang mangsa, demikian pula iblis yang mengawasi kita dan tahu benar kapan saat yang tepat untuk memangsa kita.

Bacaan kita pada hari ini juga menceritakan bahwa iblis juga mencari saat yang tepat untuk mencobai Yesus. Saat kondisi fisik lemah dan lapar, iblis menawarkan makanan. Saat dunia dan segala kemewahannya menawarkan kenikmatan, iblis menawarkan kekuasaan dan kemuliaan atasnya. Saat status hidup dipertanyakan, iblis mencoba mengusik tentang keangkuhan hidup. Apa yang dunia punya, semuanya ditawarkan kepada Yesus (I Yohanes 2: 16 mengungkapkannya dalam 3 hal yaitu keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup) tetapi Yesus tetap teguh meski dicobai. Di dalam kemanusiaan-Nya, Yesus memberikan teladan untuk melawan godaan iblis dengan menggunakan kebenaran firman Tuhan. Kita pun seharusnya begitu; mengingat kembali siapa Allah pemilik hidup dan kedaulatan-Nya dalam hidup kita. Jangan sampai lengah, Matius 26:41 mengingatkan kepada kita untuk berjaga-jaga dan berdoa supaya jangan jatuh dalam pencobaan, sebab roh memang penurut tetapi daging lemah. Mari mengarahkan hati dan hidup kita hanya kepada kebenaran firman Tuhan. Kiranya manusia batiniah kita terus diperbaharui, Tuhan memampukan kita sekalian. (NVT)