Photo by Benjamin Davies on Unsplash

Yeremia 1 : 4-10; 1 Korintus 13 : 1-13

Bagi kebanyakan orang, merespon panggilan Tuhan biasanya menjadi pergumulan tersendiri. Di satu sisi sebagai orang percaya kita merindukan untuk turut mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan di dunia ini. Di sisi lain, kita menilai diri tidak sempurna dan tidak mampu sehingga menjadi ragu, atau merasa tidak memiliki banyak kesempatan karena disibukkan oleh kebutuhan-kebutuhan kita sendiri. Situasi seperti ini seringkali menjadi hambatan kita mengambil bagian dalam pelayanan.

Mari kita melihat kepada Yeremia muda, yang merespon panggilan Tuhan dalam keraguan. Yeremia merasa dirinya tidak pantas karena tidak pandai bicara dan masih muda. Tidak demikian dengan Allah, Ia mengenal Yeremia, bahkan saat ia masih berada di dalam kandungan ibunya. Allah yang sama memperlengkapi dan memberi kekuatan, sehingga dalam tuntunan-Nya Yeremia dimampukan untuk menyelesaikan setiap tugas panggilannya.

Allah memperlengkapi setiap umat-Nya untuk dapat mengerjakan tugas panggilannya. Untuk itulah setiap kita diberikan karunia rohani untuk mengambil bagian dalam karya kasih Allah di dunia. Ada karunia-karunia berbeda yang diberikan kepada tiap-tiap orang agar dapat bersinergi merespons panggilan Tuhan. Dengan demikan, seharusnya kita memandang karunia-karunia itu sebagai cara Tuhan menuntun kita agar dapat mengerjakan panggilan kita dengan baik. Dengan yang lain diberikan karunia yang berbeda agar saling mendukung dalam kesatuan tubuh Kristus. Oleh karena itu pula, tidak pada tempatnya jika karunia-karunia itu dijadikan alasan untuk memegahkan diri, lebih istimewa dari yang lain.

Rasul Paulus mengingatkan, bahwa setiap kita harus menjalankan karunia rohani itu dalam kasih, sebagai satu-satunya kondisi yang paling ideal agar karunia rohani itu dapat memenuhi kehendak Allah. Kasih adalah dasar, menjadi alasan utama dari semua pekerjaan Allah di dunia ini, yaitu agar setiap orang berdosa diselamatkan. Karena itu ketika iman dan pengharapan hanya dihayati dalam batasan ritual keagamaan saja, belum tentu menjadi yang berkenan bagi Allah, karena kita dipanggil oleh Allah yang maha kasih untuk menyatakan kasih kepada dunia agar kita menjadi saluran kasih Allah yang membuka jalan keselamatan bagi orang berdosa. (ES)