Photo by Ben White on Unsplash

Bicara tentang bagian pelayanan berarti bicara tentang panggilan juga. Dan bicara tentang panggilan, tidak mudah bagi seseorang untuk tetap setia pada panggilan itu. Ada banyak godaan yang menghampiri, baik dalam diri sendiri maupun dari orang lain.

Dalam bacaan Injil Lukas 3 : 15-17; 21-22 kita melihat bahwa Yohanes Pembaptis yang melakukan bagian pelayanannya sebagai “pembuka jalan” bagi Yesus pun mengalami godaan. Ketika orang banyak bertanya-tanya dalam hati mereka ataupun mungkin secara langsung kepada Yohanes, “Apakah Yohanes adalah Mesias?” yang mereka tunggu-tunggu, Yohanes tetap teguh pada panggilannya.

Dengan rendah hati Yohanes Pembaptis mengakui bahwa dia bukan Mesias, dia hanyalah “pembuka jalan” bagi sang Mesias yang memberitakan panggilan pertobatan dan memberikan baptisan dengan air saja. Tidak berhenti sampai disitu, Yohanes menekankan bahwa sang Mesias yang sejati akan jauh lebih besar dan lebih mulia daripada dirinya (membuka tali kasut-Nya pun tidak layak).

Sikap Yohanes Pembaptis inilah yang mengajarkan kepada kita untuk tetap setia melakukan bagian kita saja, jangan dengarkan suara dunia yang penuh goda atau suara hati yang penuh ambisi. Orang yang setia dalam panggilannya adalah orang-orang yang rendah hati, yang mengakui bahwa kita ini sesungguhnya bukan apa-apa dan siapa-siapa selain daripada hamba Tuhan saja.

Karena itu, sangat disayangkan jikalau dalam kehidupan gereja seringkali ada orang-orang yang mengejar jabatan atau nama, tetapi menjalankan kepercayaan itu hanya demi pikiran dan keinginannya sendiri. Bukankah Kristus sendiri mengajarkan kepada kita tentang kerendahan hati sebagai seorang hamba?! Yang sekalipun sesungguhnya Yesus bisa saja melawan dan mengalahkan orang-orang yang menentang Dia, tetapi Yesus memilih untuk melakukan bagian pelayanan-Nya, sebagai seorang Mesias melalui jalan Hamba yang Menderita, sebagai Juruselamat dan penebus dosa. Ikutlah Yesus, temukan bagian pelayananmu dan lakukanlah dengan setia. Amin. (LAAS)