Photo by Ben White on Unsplash

LUKAS 3: 1-6

Menanti atau menunggu adalah suatu keadaan yang bisa dimaknai dengan berbagai cara dan melibatkan perasaan yang berbeda-beda, tergantung dari apa atau siapa yang dinantikan. Dalam masa-masa penantian ada orang yang berusaha mempersiapkan diri dan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Tetapi ada pula yang bersantai ria dan tidak terlalu peduli tentang siapa yang akan datang atau apa yang akan terjadi. Ada yang hanya berdiam diri saja dan tidak tahu mau melakukan apa. Bahkan juga ada yang terlalu bersukacita hingga sangat sibuk menyiapkan ini dan itu tetapi lupa menyiapkan diri sendiri.

Di tengah masa penantian bangsa Israel akan datangnya seorang Mesias, Yohanes hadir dan menyerukan “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu….Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Luk 3 : 3-4). Seruan ini bertujuan untuk menyiapkan umat Israel menyambut Mesias. Yohanes bertugas menyiapkan hati manusia bagai jalanan rusak yang disiapkan dan diperbaiki sehingga siap untuk dilalui/ dijalani. Yohanes langsung menunjuk pada kebutuhan mendasar umat Israel saat itu, yaitu pertobatan. Namun ketegaran hati mereka menolak teguran nabi-nabi atas perzinahan rohani mereka, menyebabkan mereka ada dalam penghukuman Allah. Yohanes menyerukan dengan lantang berita pertobatan ini sebelum Tuhan datang. Yohanes memanggil orang banyak untuk menyerahkan diri mereka kepada belas kasih Allah dan membiarkan diri mereka dibaptis sebagai tanda pertobatan. Sebab tanpa pertobatan, mereka binasa menanggung dosa-dosa mereka.

Memasuki minggu adven yang kedua ini, seruan Yohanes Pembaptis ini kembali mengingatkan kita bahwa keselamatan yang Allah anugerahkan kepada manusia dalam Yesus Kristus bukan sesuatu yang mudah dan murah. Karena itu di masa-masa penantian Hari Tuhan kita diingatkan agar tetap mawas diri, bersedia dikoreksi dan instropeksi diri sebagai sebuah sikap perjuangan untuk hidup dalam pertobatan. Berbalik dari cara hidup yang jahat kepada Kristus dan melalui Dia kepada Allah adalah sebuah proses yang perlu kita perjuangkan.

Berita pertobatan yang berkumandang adalah pertanda masa anugerah masih berlaku. Karena itu tunjukkan sikap sepadan kita menyambut Yesus Kristus dalam kehidupan kita dengan kesungguhan menjalani pertobatan setiap hari. Biarlah pertobatan kita menjadi respon kita akan tawaran perdamaian Allah dan kesiagaan kita menanti hari Tuhan. Bertobatlah, jangan tunggu suara itu lenyap dan kesempatan itu sirna. (KY)