Photo by Sunyu on Unsplash

YEREMIA 33 : 14-16

Kedamaian adalah dambaan setiap orang. Akan tetapi situasi di sekitar kita menunjukkan hal yang berbeda. Peperangan dan penindasan masih terjadi di mana-mana. Bahkan ada yang berpikir, kedamaian dapat dicapai melalui peperangan. Dalam lingkup yang kecil, banyak terjadi penindasan dan kesewenang-wenangan terhadap yang lemah. Dalam situasi seperti ini, seringkali membuat kita skeptis dan lalu mengatakan, kedamaian itu sulit diwujudkan di tengah dunia yang berdosa ini.

Situasi tanpa pengharapan karena tertindas, dialami juga oleh bangsa Israel di masa pembuangan di Babel. Mereka merasa teraniaya, diperlakukan tidak adil, tidak leluasa beribadah dan dibelenggu oleh peraturan yang menekan dan membuat mereka kehilangan damai sejahtera. Dalam situasi tersebut, satu-satunya kerinduan mereka adalah sebuah kelepasan untuk menikmati kedamaian dan ketentraman. Dalam situasi ini, Nabi Yeremia menubuatkan penggenapan janji Allah akan datangnya Tunas Daud, sebagai pengharapan akan sebuah pembebasan, penghiburan, dan mengangkat segala keputusasaan yang selama ini menekan mereka.

Kita tahu bahwa penggenapan janji Allah itu, telah terwujud melalui kehadiran Kristus sebagai juru selamat. Dia datang membawa damai sejahtera di dunia ini, memulihkan relasi yang terputus antara Allah dan manusia, memulihkan keadaan manusia kembali menjadi anak-anak Allah. Oleh karena itu di dalam setiap orang yang menerima Kristus, ada damai sejahtera-Nya, sekalipun realitas kehidupan di dunia ini tidak sempurna, masih terjadi penindasan dan ketidakadilan.

Oleh karena itu, kita yang telah mendapat kasih karunia keselamatan dan
memiliki damai Kristus diutus untuk merawat tunas damai Kristus bagi kedamaian di dunia ini. Marilah kita bertumbuh dalam kekuatan iman kepada Kristus, dengan meneladani dan mencerminkan karakter Kristus dalam kehidupan kita, sehingga berdampak bagi sekitar kita. Marilah kita berperilaku sebagai pembawa damai di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar kita dengan selalu peka untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan kasih, menyuarakan dan bertindak untuk mewujudkan keadilan bagi yang lemah, serta mengulurkan tangan bagi mereka yang
merindukan damai sejahtera. (ES)