Photo by Kaitlyn Horton on Unsplash

Markus 10 : 35-45

Siapakah yang memegang otoritas dalam rumah Anda? Apakah suami yang dominan? Atau istri yang memegang kendali? Kalau masih bingung menjawabnya coba ingat-ingat nasehat ibu anda saat menjelang pernikahan dulu. Biasanya ibu akan mengatakan suamilah yang harus memegang kendali (kepada anaknya yang laki-laki). Tetapi ibu yang sama bisa berkata seorang isterilah yang baik harus mengatur keperluan rumah tangga (jika yang dinasehati adalah anaknya perempuan). Apa artinya? artinya standar kepemimpinan dalam keluarga menjadi begitu relatif tergantung kepada siapa kita bertanya dan sesuai tradisi masing-masing.

Sebagai orang percaya, kita sepatutnya menjawab bahwa Allah lah yang menjadi kepala atas rumah tangga kami. Ya, rumah adalah tempat dimana otoritas Allah bekerja secara utuh dan penuh. Apa maksudnya? Alkitab mencatat bahwa langit adalah tahta Allah, bumi adalah tumpuan kakinya, dan rumah Allah (yang didirikan di keluarga-keluarga beriman) adalah tempat perhentian-Nya.

Jadi di dalam rumah kita, Allah bukanlah tamu yang diundang manakala diperlukan dan disuruh pergi manakala kita ingin sendiri. Allah adalah dasar sekaligus pusat bangunan dan otoritas rumah tangga yang benar. Otoritas Allah yang harus ditegakkan di dalam rumah didasarkan pada kasih dan hormat antar anggota keluarga dalam rangka melayani.

Otoritas Allah diberikan kepada suami untuk mengasihi istri dan anak-anaknya dengan total sama seperti mengasihi Allah, sama seperti Kristus mengasihi jemaat-Nya. Suami juga berfungsi sebagai imam untuk menguduskan istri dan anak-anak, supaya istri dan anak-anaknya menjadi cemerlang di hadapan Allah dan sesama. Itu berarti suami harus menjadi teladan sikap yang benar bagi istri dan anak-anaknya.

Otoritas bagi sang istri adalah penolong sepadan bagi suami yang memainkan peran kudusnya untuk mengajarkan kepada anak untuk saling menghormati dan mengasihi sama seperti kepada Tuhan, cakap dalam mengatur kebutuhan rumah tangga, dan menjadi menolong suami untuk menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya (Amsal 31 : 10-30).

Itulah otoritas yang diberikan Allah atas rumah tangga orang beriman supaya terjalin hidup yang melayani. Sungguh, ketika otoritas Tuhan dihadirkan, maka rumah akan dipenuhi oleh kasih dan hormat, cinta dan pujian. Disanalah Allah akan diam dan menjadikan rumah kita tempat perhentian-Nya yang kudus. (JM)