Image by Brooke Lark on unsplash

Bacaan: Mazmur 145 : 1-18

Salah satu kekuatiran manusia yang paling umum adalah mengenai jaminan hidup di masa depan. Karena itu banyak orang rela bekerja keras dan menabung agar dapat mencukupi kebutuhan demi kelangsungan hidupnya. Tidak heran kemudian perjalanan hidup manusia sedari kecil adalah harus sekolah dan belajar keras agar menjadi pintar, supaya kelak dapat bekerja mencari makan dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Bukankah ini realitas dunia yang keras yang harus dihadapi dan diperjuangkan?

Akan menjadi kurang tepat jika nilai kehidupan itu adalah sekedar untuk makan. Mazmur yang didaraskan hari ini mengajak kita untuk senantiasa bersyukur, karena Tuhan itu adalah penopang bagi yang jatuh, penegak bagi yang tertunduk. Tuhan itu memelihara dan mengenyangkan semua yang hidup. Tuhan itu adil dan penuh kasih, dan dekat kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya. Oleh karena itu iman kita percaya bahwa pemeliharaan dan berkat Tuhan sudah tersedia di dalam kehidupan kita, baik di masa lalu, saat ini, dan nanti.

Masalahnya adalah kita perlu memandang berkat Tuhan dengan lebih luas. Tuhan menyertai kita, sehingga melalui apa yang kita kerjakan, berkat-Nya mengalir. Untuk apa kita diberkati? Apakah kita memandang bahwa berkat itu hanya sebagai hak atas pemenuhan kebutuhan kita sendiri, ataukah lebih luas lagi melaluinya ada rencana Tuhan yang harus kita kerjakan. Ketika kita menghargainya sebagai tanggung jawab, berkat Tuhan itu bukanlah tujuan, karena hidup kita bukanlah demi urusan perut saja. Berkat Tuhan adalah sarana yang Tuhan sediakan agar hidup kita jadi berarti.

Hidup yang berarti di hadapan Tuhan adalah hidup yang beriman dan berkenan kepada-Nya, serta memiliki hati Kristus yang penuh kasih. Kristus peduli pada begitu banyak iman yang rapuh untuk dikuatkan. Ia berbelas kasih pada hati yang hancur untuk dipulihkan. Ia mengerti kebutuhan setiap perut yang lapar untuk dikenyangkan. Keteladanan Kristus adalah alasan mengapa kita diberkati dan dipanggil. Mari kita syukuri berkat Tuhan dengan menjadi berkat bagi sesama. (ES)