Image by Denys Argyriou on unsplash

Sebuah rumah tiba-tiba mengeluarkan asap dan timbulah api yang membakar bagian dapur hingga ke atap. Para tetangga panik menanti petugas pemadam yang tak kunjung datang. Lalu apa yang terjadi kemudian? Mereka saling menolong untuk memadamkan api itu dengan segala cara apapun. Panci, ember, selang taman, dan segala alat lain dikerahkan dengan satu tujuan yaitu memadamkan api.

Peristiwa itu membuat saya belajar melihat makna dari sebuah komunitas. Gereja adalah komunitas yang digembalakan oleh Sang
Gembala Agung yaitu Tuhan Yesus sendiri. Tetapi jangan dilupakan bahwa Sang Gembala itu memanggil kita -para domba- untuk menjadi gembala-gembala kecil di antara kita. Apa maksudnya? Bagaimana domba menjadi gembala? Maksudnya adalah sebagai domba, kita meneladani karakter gembala yang ada pada Kristus. Lihat gambaran Allah sebagai gembala yang dikatakan oleh nabi
Yeremia “Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku menceraiberaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak” (Yer 23 : 3). Allah digambarkan sebagai gembala yang memperhatikan dan makin diperjelas dalam kehidupan Yesus yang menunjukkan kepeduliannya secara nyata melalui tindakan memberi makan dan menyembuhkan. (Mat 6)

Keteladanan Tuhan sebagai gembala patut kita lakukan juga di dalam kehidupan komunitas gereja. Bagaimana dengan sikap kita kepada sesama yang pernah melakukan kesalahan dan sudah meminta maaf? Apakah kita mau menerima dia atau masih memandang dia dengan kesalahannya? Bagaimana dengan sikap kita saat sesama kita kesulitan mencari tempat duduk saat ibadah? Apakah kita cuek saja dan pura-pura tidak tahu padahal kursi sebelah kita masih ada ruang untuk dia? Bagaimana dengan sesama yang duduk di sebelahmu? Sudahkah kita menyapa dia atau kita sibuk dengan urusan kita sendiri? Mari kita alihkan mata kepada sesama di sekitar kita dan gerakkan tangan kita untuk memberi salam perdamaian dan membantu mereka yang membutuhkan. Memperhatikan dan peduli dimulai dari tindakan sederhana dari hati yang penuh kasih. (DKG)